• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Kucurkan Rp104,2 Triliun Perkuat Ketahanan Pangan

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi Amanahkan Prabowo Pimpin Pengembangan Lumbung Pangan Indonesia

Jokowi bersama Prabowo meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan nasional yang terletak di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana untuk ketahanan pangan tahun depan sebesar Rp104,2 triliun. Sebagian dana itu akan digunakan untuk pengembangan kawasan pangan berskala luas (food estate).

“Untuk ketahanan pangan tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp104,2 triliun,” kata Jokowi saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 Beserta Nota Keuangannya di Depan Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2020), di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Provinsi DKI Jakarta.

Diketahui, Food Estate kini sedang menjadi fokus pemerintah. Jokowi telah menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai penanggung jawab atau komando pembangunan proyek tersebut.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Food Estate itu berada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dengan luasan mencapai 178 hektare (ha).

Selain untuk Food Estate, pemerintah juga akan menggunakan dan ratusan triliun ketahanan pangan tersebut untuk mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi.

Selain itu, pemerintah akan merevitalisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat korporasi petani dan nelayan. Lalu, dana juga akan digunakan untuk distribusi pangan.

“Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan dengan menargetkan nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan (NTN) sebesar 102-104 pada 2021,” papar Jokowi.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 sebesar Rp2.747,5 triliun. Sementara, pendapatan negara hanya Rp1.776,4 triliun.

Dengan demikian, defisit RAPBN 2021 mencapai 5,5 persen. Angkanya naik dari perkiraan awal yang hanya 4,5 persen-4,7 persen. (ATN)

Tags: Food EstateKetahanan PanganLumbung Pangan IndonesiaMenhan PrabowoPresiden JokowiSwasembada Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.