• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pentagon: Uji Rudal China Ancam Stabilitas di LCS dan Rugikan Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
August 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China ‘Teror’ Miter AS dengan Meluncurkan Rudal Penghancur Kapal Induk

Militer China menembakkan dua rudal, termasuk "rudal penghancur kapal induk", ke Laut China Selatan. Ist

ASIATDAY.ID, JAKARTA – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memprotes uji rudal balistik penghancur kapal induk yang digelar Angkatan Laut China dalam latihan perang di Laut China Selatan.

Melansir AFP, Jumat (28/8/2020), Pentagon menyatakan tindakan Angkatan Laut China menggelar uji rudal mengancam kestabilan, perdamaian dan keamanan di kawasan Laut China Selatan.

“Latihan seperti itu juga melanggar komitmen China dalam Deklarasi Pihak-pihak di Laut China Selatan pada 2002 untuk menghindari kegiatan yang bisa memicu sengketa dan berdampak terhadap perdamaian dan stabilitas,” demikian pernyataan Pentagon.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Angkatan Laut China menggelar latihan perang dengan sandi Operasi Xisha di Laut China Selatan pada 23 sampai 29 Agustus. Mereka bahkan dilaporkan menguji rudal penghancur kapal induk, DF-26B dan DF-21D di Kepulauan Paracel.

Pentagon menyebut latihan perang itu sebagai rangkaian dari kegiatan China yang hendak memperoleh klaim wilayah maritim secara tidak sah, dan merugikan negara-negara Asia Tenggara.

Mereka menyatakan pada Juli lalu sudah mendesak supaya China mengurangi kegiatan militer dan sikap unjuk kekuatan di kawasan tersebut. Namun, Pentagon menyatakan kini China malah meningkatkan aktivitas militer dengan menembakkan rudal balistik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan justru AS terlalu ikut campur dengan urusan dalam negeri mereka.

AS dilaporkan juga mengawasi latihan militer China dari udara menggunakan pesawat intai Lockheed U-2.

Kedua negara juga mengerahkan armada angkatan laut terdiri dari kapal perang, kapal induk hingga jet tempur di Laut China Selatan. (AFP)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.