• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

DARURAT PENDIDIKAN GLOBAL: 463 Juta Anak Kesulitan Belajar Jarak Jauh

by Redaksi Asiatoday
August 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
DARURAT PENDIDIKAN GLOBAL: 463 Juta Anak Kesulitan Belajar Jarak Jauh

463 juta anak di dunia kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (UNICEF) menyebutkan, 463 juta anak di dunia kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.

“Banyaknya anak-anak yang pendidikannya terganggu selama berbulan-bulan merupakan keadaan darurat bagi pendidikan global,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, dalam sebuah pernyataan, Dilansir AFP, Jumat (28/8/2020).

“Dampaknya bisa dirasakan di ekonomi dan masyarakat selama beberapa dekade mendatang,” tambahnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

PBB memperkirakan 1,5 miliar anak di seluruh dunia terdampak oleh penguncian wilayah (lockdown) atau penutupan sekolah yang disebabkan oleh pandemi.

Laporan tersebut menggarisbawahi perbedaan geografis yang besar dalam akses anak-anak ke pendidikan jarak jauh. Di Eropa, dampak tersebut lebih sedikit dibandingkan di Afrika atau sebagian wilayah Asia.

Laporan UNICEF didasarkan pada data yang dikumpulkan dari sekitar 100 negara, mengukur akses publik ke internet, televisi, dan radio.

Menurut UNICEF, bahkan anak-anak dengan akses yang memadai mungkin juga menghadapi kendala lain dalam menerima pendidikan jarak jauh, seperti kurangnya ruang belajar yang baik di rumah, tekanan untuk melakukan pekerjaan lain di rumah, atau kurangnya dukungan teknis saat masalah komputer muncul.

Di antara siswa di seluruh dunia yang tidak dapat mengakses pendidikan virtual, 67 juta berada di Afrika bagian timur dan selatan, 54 juta di Afrika bagian barat dan tengah, 80 juta di Pasifik dan Asia Timur, 37 juta di Timur Tengah dan Afrika Utara, 147 juta di Asia Selatan, dan 13 juta di Amerika Latin dan Karibia.

Tidak ada angka yang disebutkan untuk wilayah Amerika Serikat dan Kanada.

Dengan segera dimulainya tahun ajaran baru di banyak negara, termasuk kelas tatap muka di banyak tempat, UNICEF mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembukaan kembali sekolah yang aman ketika mereka mulai mengurangi pembatasan lockdown.

Jika pembukaan kembali tidak memungkinkan dilakukan, pemerintah harus mengatur “pembelajaran kompensasi untuk waktu instruksional yang hilang,” tandas UNICEF. (ATN)

Tags: Darurat PendidikanUnicef
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.