• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WTO: Tarif Baru AS ke China Langgar Aturan Perdagangan Global

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tunduk Perintah WTO, Indonesia Impor 10 Ribu Ton Daging Sapi Brasil

Organisasi Perdagangan Dunia, WTO. ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memutuskan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar peraturan perdagangan global dengan menerapkan tarif senilai miliaran dolar AS kepada China.

Pemerintah AS pun marah atas putusan tersebut.

Pemerintahan Trump berdalih tarif senilai lebih dari USD200 miliar yang diberlakukan dua tahun lalu terhadap produk-produk China dapat dibenarkan. Sebab China mencuri kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan-perusahaan AS memberikan akses teknologi mereka ke perusahaan-perusahaan China.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Namun juri WTO yang terdiri dari tiga orang mengatakan langkah AS melanggar peraturan perdagangan internasional. Sebab tarif hanya diterapkan kepada China dan di atas rata-rata yang telah mereka sepakati sendiri.

Para juri menyimpulkan Washington tidak memberi cukup penjelasan mengapa langkah ini perlu dibenarkan.

“Laporan panel mengkonfirmasi apa yang telah pemerintah Trump katakan selama empat tahun terakhir, WTO sama sekali tidak mampu menghentikan praktik teknologi berbahaya China,” kata Wakil Perdagangan AS Roberth Lighthizer saat merespon putusan WTO tersebut, dilansir Reuters, Rabu (16/9/2020).

Kementerian Perdagangan China mengatakan Beijing mendukung perdagangan multilateral dan menghormati peraturan serta keputusan WTO. China berharap Washington melakukan hal yang sama.

Keputusan ini tidak akan berdampak langsung pada tarif AS dan memulai proses hukum yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Bila proses tersebut sudah selesai WTO akan mengizinkan Beijing menerapkan langkah balasan, sesuatu yang sudah lama China lakukan.

AS tampaknya akan mengajukan banding atas putusan yang dikeluarkan pada Selasa (15/9) tersebut. Hal itu akan menciptakan kekosongan hukum karena Washington telah memblokir penunjukan hakim ke badan banding WTO, mencegahnya badan itu menyidangkan kasus ini.

Panel juri WTO sadar putusan mereka akan menjadi masalah. Mereka mencatat hanya melihat langkah AS dan tidak pada pembalasan China, sebab Washington tidak menggugat langkah China menerapkan tarif balasan ke WTO.

“Panel sangat sadar konteks yang lebih besar yang mana saat ini WTO beroperasi, yang mencerminkan ketegangan perdagangan global yang tak pernah terjadi sebelumnya,” tulis mereka dalam laporan setebal 66 halaman.

Panel itu menyarankan AS mengambil tindakan ‘yang sesuai dengan kewajiban mereka’. Tapi juga mendorong kedua belah pihak meredakan ketegangan.

“Ada waktu yang tersedia bagi pihak-pihak yang mengambil keputusan saat proses berkembang dan mempertimbangkan kesempatan lebih lanjut untuk meraih solusi yang disepakati dan memuaskan semua pihak,” imbuh mereka. (ATN)

Tags: Perang Dagang Amerika-ChinaWorld TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.