• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Diboikot di AS, Perusahaan China Ekspansi di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Totalitas Singapura dalam Menghadapi Wabah Corona

Negeri Singapura. istimewa

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – Konfrontasi Amerika Serikat (AS) dan China yang terus menajam dan tidak berakhir membuat perusahaan-perusahaan China hengkang dan ekspansi di Asia Tenggara.

Beberapa perusahaan teknologi terbesar China bahkan memperluas operasinya di Singapura. Tencent dan Alibaba meningkatkan kehadiran mereka di negara itu, sementara pemilik TikTok, ByteDance, dilaporkan telah menginvestasikan miliaran dolar di Singapura.

Singapura dipilih karena dianggap sebagai negara netral dan memiliki hubungan baik dengan AS dan China. Sementara hubungan antara Washington dan Beijing memburuk terutama karena masalah teknologi.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Kami memperluas kehadiran bisnis di Singapura untuk mendukung bisnis kami yang berkembang di Asia Tenggara dan sekitarnya,” kata pernyataan resmi Tencent disitat BBC, Rabu (16/9/2020).

Kantor regional baru ini digambarkan sebagai tambahan strategis untuk kantornya saat ini di Asia Tenggara. Aplikasi perpesanan WeChat milik Tencent menghadapi larangan di AS, bersamaan dengan TikTok, di bawah larangan pemerintahan Trump terhadap aplikasi dan perusahaan teknologi China.

Donald Trump juga telah memberlakukan larangan pada perusahaan telekomunikasi China, Huawei.

“Mengingat ketegangan AS-China di bidang teknologi dan meningkatnya risiko pemisahan, masuk akal bagi perusahaan teknologi China untuk memisahkan operasi di China dan di luar China,” kata Tommy Wu dari Oxford Economics.

“Singapura akan menjadi lokasi yang ideal mengingat keunggulan komparatif negara tersebut dalam hal teknologi, kedekatan geografisnya dengan China  dan sebagai pusat inovasi di Asia Tenggara,” tambahnya.

Singapura selalu dilihat sebagai basis regional bagi perusahaan Barat karena sistem keuangan dan hukumnya yang maju. Negara ini sekarang benar-benar ada dalam radar perusahaan China.

Gejolak politik di Hong Kong dan penerapan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di China telah membuat banyak perusahaan mencari lingkungan bisnis yang lebih stabil di Asia. Tetapi ada alasan lain mengapa Singapura begitu menarik bagi China.

Menurut Nick Redfearn, wakil kepala eksekutif di konsultan Rouse yang berbasis di Inggris, ini bisa menjelaskan mengapa negara itu menarik begitu banyak investasi asing langsung (FDI) dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Ini biasanya karena kantor pusat regional, yang beroperasi atas nama perusahaan induk, bertindak sebagai investor asing di negara-negara seperti Filipina, Indonesia, Vietnam, dan tempat lain. Ini dapat membantu perusahaan China menghindari munculnya investasi China,” kata Redfearn.

Menurut Redfearn, Asia Tenggara melampaui UE untuk menjadi mitra dagang regional terbesar China pada tahun 2020.

Rui Ma, ahli teknologi dan investor China, menambahkan bahwa saat ini perusahaan Barat (Google, Facebook, LinkedIn dan banyak lagi) telah menjadikan Singapura markas besar Asia Pasifik mereka untuk sementara waktu.

“Jadi wajar jika perusahaan China juga mempertimbangkannya untuk alasan yang sama,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessSingapuraTencent Holdings Ltd
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.