• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Uni Eropa dan China Jaga Stabilitas Hubungan Ekonomi dan Investasi

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Uni Eropa dan China Sepakati Perlindungan Pangan Ekspor

China dan Uni Eropa (UE). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hubungan Uni Eropa (UE) dan China semakin menunjukkan perkembangan positif.

Dalam rangka itu, para pemimpin Uni Eropa akan menegaskan kembali target penyelesaian Perjanjian Investasi Komprehensif Uni Eropa-China pada akhir tahun ini ketika bertemu di Brussel besok. Perjanjian tersebut akan memastikan aturan main yang setara dan menetapkan komitmen pada pembangunan berkelanjutan.

Melansir Bloomberg, Rabu (30/9/2020), upaya itu merupakan bentuk penyeimbangan kembali hubungan dengan China.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Uni Eropa menjadi semakin mendorong upaya nyata Beijing yang akan memungkinkan perusahaan Eropa bersaing di sektor besar ekonomi China, yang masih tertutup secara efektif.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan kembali komitmen China untuk menyelesaikan perjanjian investasi sebelum akhir tahun. UE juga akan mendesak China untuk membuat kemajuan dalam kelebihan kapasitas dan terlibat dalam negosiasi subsidi industri di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Deklarasi itu muncul di tengah meningkatnya kecaman oleh para pemimpin Eropa atas tindakan China untuk menekan kebebasan di Xinjiang, Tibet dan Hong Kong, di mana Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional.

Uni Eropa akan menggarisbawahi kekhawatiran seriusnya tentang situasi hak asasi di China, termasuk perkembangan di Hong Kong. Sementara itu, China telah berulang kali menyebut masalah itu sebagai urusan dalam negerinya sendiri dan memperingatkan agar tidak ada campur tangan asing.

UE juga diharapkan menyerukan kepada China untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam menghadapi tantangan global, termasuk mengambil tindakan iklim yang lebih ambisius, dan akan menyambut komitmen Presiden Xi Jinping baru-baru ini untuk mencapai netralitas karbon sebelum 2060 sebagai langkah ke arah yang benar. (ATN)

Tags: ChinaClimate ChangeHuman RightsUni EropaUni Eropa-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.