• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Kini Bebas Ekspor Baja Canai Panas ke Thailand

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Kebijakan Pemerintah Indonesia, Puluhan Industri Peleburan Baja Lumpuh

Industri Peleburan Baja di Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan memastikan pemerintah Thailand telah menghentikan pengenaan bea masuk tindak pengamanan (BMTP) atau safeguard terhadap produk baja canai panas asal Indonesia.

Keputusan ini makin membuka peluang ekspor produk baja canai panas Indonesia ke Thailand.

“Kami mengapresiasi sikap pemerintah Thailand yang menghentikan pengenaan bea masuk safeguard baja canai panas. Kami melakukan upaya pengawalan dan pembelaan atas kepentingan Indonesia untuk memastikan Indonesia tetap dikecualikan dari safeguard sejak penyelidikan awal sampai peninjauan ulang pengenaan,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan resmi, Kamis (1/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Keputusan penghentian pengenaan bea masuk safeguard diambil Thailand karena industrinya sudah pulih dari kerugian.

Tindakan safeguard impor baja canai panas telah diterapkan Thailand sejak Desember 2014. Namun, Indonesia bersama sejumlah negara berkembang lainnya berhasil memperoleh pengecualian.

Saat itu, bea masuk safeguard pertama kali ditetapkan sebesar 21,92 persen. Tarif kemudian diturunkan menjadi 21,52 persen pada 2016 dan menjadi 21,13 persen pada 2017. Setelah dilakukan review pertama, pengenaan safeguard  diperpanjang mulai Juni 2017 sampai 6 Juni 2020.

Sesuai aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tarif yang dikenakan pada periode perpanjangan harus lebih liberal. Artinya, tarif tahun selanjutnya harus lebih kecil dari pengenaan awal. Tarif safeguard pada perpanjangan pertama dimulai di besaran 21 persen, lalu diturunkan sebesar 0,13 persen pada tahun-tahun berikutnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi mengungkapkan, para eksportir baja canai panas Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini.

“Jika sebelumnya ada kehati-hatian dari para eksportir dalam melakukan ekspor karena adanya ancaman pengenaan  safeguard saat dilakukan peninjauan kembali, kini para eksportir berkesempatan meningkatkan ekspor ke Thailand. Produk baja canai Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang besar karena mampu bersaing secara kualitas dan harga,” terang Didi.

Ekspor baja canai panas tercatat meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ekspor produk baja canai panas Indonesia ke Thailand pada periode 2016-2019 mengalami peningkatan sebesar 18,09 persen. Sedangkan, ekspor baja canai panas Indonesia ke seluruh dunia meningkat sebesar 44 persen pada periode yang sama.

Nilai ekspor baja canai panas Indonesia ke dunia pada 2016 tercatat sebesar USD184,3 juta. Kemudian, nilai tersebut meningkat menjadi USD254,5 juta pada 2017, USD427,4 juta pada 2018 dan kembali tumbuh pada 2019 menjadi USD526,9 juta.

Meski demikian, nilai ekspor baja canai panas sepanjang Januari-Juli hanya mencapai USD300,8 juta. Nilai ini turun 1,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (AT Network)

Tags: Ekspor BajaIndustri BajaKemendag RIKerjasama Indonesia-Thailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.