• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Uniknya Tradisi Arak-Arakan Hewan Kurban di Malang

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2019
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Uniknya Tradisi Arak-Arakan Hewan Kurban di Malang

ASIATODAY.ID, MALANG – Berbagai cara unik dilakukan oleh masyarakat setiap merayakan Hari Raya Idul Adha.

Di Kampung Temanggungan, Kota Malang Surabaya, masyarakat punya cara unik dan berbeda. Melalui tradisi arak-arakan hewan kurban, masyarakat berkeliling kampung sambil mengarak hewan kurban sebelum disembelih. Tradisi ini rupanya sudah berjalan puluhan tahun dan hingga kini tetap dilestarikan. Uniknya lagi, dalam arak-arakan hewan kurban ini, warga juga membawa banner, spanduk, balon, hingga flare.

Tak eyal, tradisi arak-arakan hewan kurban ini menarik tontonan warga dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Malang. Warga rela menunggu di pinggir jalan untuk melihat tradisi ini.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Bagi panitia Kurban, perayaan Idul Adha tahun ini dinilai spesial karena bersamaan dengan momentum hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74.

“Tradisi arak-arakan ini sudah berlangsung lama dan tetap dilestarikan. Maknanya untuk mempuasakan hewan kurban agar aliran darah yang keluar lancar dan daging jadi segar. Hal ini sudah menjadi tradisi kampung dan tradisi ulama NU di Kampung Temenggungan. Kami melestarikan tradisi itu,” terang Ketua Panitia Kurban Maulana Ababil, Minggu (11/8/2019).

Menurut Maulana, tradisi ini sudah diperkenalkan oleh ulama setempat sejak 1975.

Usai mengelilingi kampung dengan jarak kurang lebih 2 kilometer, hewan-hewan kurban dibuat berbaris mengantre sesuai nomor urut masing-masing sebelum disembelih oleh juru sembelih pantia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Idul Adha 2019Kurban
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.