• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Dukung Indonesia Jadi Basis Produksi Vaksin di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Makin Kuat Cengkram Indonesia Melalui Belt Road Initiative

Pertemuan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Foto : CGTN

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Rakyat China (RRC) Wang Yi mendorong Indonesia agar menjadi basis produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara.

Wang Yi mengungkapkan hal itu saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Yunan, China, 9-10 Oktober 2020.

Menurut Wang Yi, terkait dengan kerja sama alih teknologi vaksin, Indonesia adalah negara dengan kapasitas produksi vaksin terkuat di Asia Tenggara sehingga bisa menjadi peluang bagi perusahaan China.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Kami akan mendukung perusahaan kami meningkatkan kerja sama, khususnya berbagi teknologi dan pengalaman, agar Indonesia bisa menjadi pusat produksi vaksin di kawasan Asia Tenggara,” kata Wang Yi melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (11/10/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga memanfaatkan kerja sama bilateral ‘Two Countries Twin Parks’ yang sejak tahun lalu diusulkan Pemprov Fujian agar segera ditindaklanjuti.

Salah satu kerja samanya yakni Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis IPTEK.

Belajar dari pengalaman China juga akan menjadi salah satu kerja sama strategis jangka panjang kedua negara.

Wang Yi akan menindaklanjuti permintaan Menko Luhut agar China dapat berbagi pengalaman melalui program ini melalui Kementerian/Lembaga terkait.

“Di era pandemi ini, kami masih bisa membebaskan semua kemiskinan sesuai target schedule kami, dan ini merupakan pertama kalinya kami sudah menghapuskan kemiskinan murni dalam sejarah 5.000 tahun,” jelas Wang Yi.

“Kami bersedia berbagi pengalaman dengan Indonesia, dan akan menghubungkan dengan kantor yang terkait,” tutur Wang Yi.

Menlu Wang Yi menyatakan China selalu memandang hubungan China-Indonesia dari sudut strategis. Kedua negara diharapkan dapat memperkokoh saling percaya politik dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kerja sama di berbagai bidang telah mencapai progress yang luar biasa cepat,” tandasnya. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.