• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Membutuhkan AS Sebagai Mitra Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Trump Sampaikan Pesan Khusus Kepada Presiden Jokowi di HUT RI ke 75

Presiden Trump dan Presiden Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia membutuhkan Amerika Serikat (AS) sebagai mitra ekonomi strategis.

Untuk memperkuat kerja sama kedua negara, Indonesia-US Virtual Business Meeting pun diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KADIN Indonesia Komite Amerika Serikat (9/10/2020).

Temu bisnis daring ini diikuti oleh 46 perusahaan AS dan 47 perusahaan dari Indonesia, yang berbisnis di 5 sektor unggulan, yaitu apparel, karet, footwear, elektronik dan furniture.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar meyakini hubungan ekonomi Indonesia dan AS akan semakin menguat.

“Indonesia telah menyelesaikan proses review GSP dan berharap adanya tanggapan positif dari Pemerintah dalam waktu dekat. Indonesia juga telah mengesahkan UU Cipta Kerja yang merupakan amandemen dari 79 UU yang sudah ada di Indonesia. UU Cipta Kerja adalah upaya untuk meningkatkan kinerja ekonomi nasional dan memperbaiki iklim bisnis melalui penyederhanaan prosedur investasi, mengatasi inkonsistensi aturan, dan memberikan kepastian hukum,” kata Mahendra, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

“Indonesia dan AS menghadapi situasi perdagangan yang unik selama pandemi COVID-19. Meskipun berada dalam situasi pandemi, perdagangan Indonesia ke AS tercatat bertumbuh 7,7 persen di kuartal pertama 2020. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk masuk ke pasar AS,” kata Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Muhammad Lutfi.

Saat ini, Kemenlu, Kemendag dan beberapa kementrian teknis, dibawah koordinasi kemenko bidang perekonomian, juga sedang melakukan kajian bersama mengenai pembentukan Indonesia-US Limited Trade Deal, untuk lebih mendorong lagi perdagangan kedua negara.

Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Total nilai perdagangan bilateral antar kedua negara mencapai USD27,1 miliar pada tahun 2019, dengan nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar USD17,8 miliar dan nilai impor sebesar USD 9,3 miliar. Perdagangan Indonesia-AS juga mencatat surplus dalam 5 tahun terakhir. (AT Network)

Tags: Kerjasama Indonesia Amerika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.