• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekspor Indonesia Jangan Tergantung Pada Amerika dan China

by Redaksi Asiatoday
August 12, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Indonesia Bulan Juni 2019 Turun 20,54 Persen

Aktivitas ekspor Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia harusnya bisa mengambil manfaat untuk menggenjot ekspor dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berbagai strategi bisa diterapkan baik melalui diversifikasi produk dan perluasan pasar.

“Yang terpenting sebenarnya, ekspor Indonesia tidak tergantung dengan Amerika Serikat dan China,” terang Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Senin (12/8/2019).

RelatedPosts

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Menurut Destry, ekspor RI ke China dan AS mengalami perlambatan, setelah kedua negara tersebut bersitegang. Kedua negara tersebut merupakan pasar mayoritas ekspor RI.

“Dampak sektor rill sudah mulai kelihatan, bahwa ekspor ada perlambatan. Jadi memang dari RI ke depan diharap bisa mendiversifikasi produk dari komoditi base masuk ke manufaktur tapi yang bahan baku bisa diproduksi sendiri,” paparnya.

Selain itu kata Destry, sudah saatnya melakukan perluasan pasar ekspor dari negara konvensional menjadi non konvensional. Artinya, industry harus merambah ke negara-negara di luar negara mayoritas pasar seperti AS dan China.

“Makanya coba di buka di middle, Afrika memang ada masalah logistic karena jauh. Tapi tentu ada harapan efisiensi makin tercipta meski masalah itu bisa di atur lah,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Juni 2019 mencapai USD11,78 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan tajam 20,54% dari bulan Mei 2019 yang sebesar USD14,83 miliar.

Namun, bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Juni 2018 yang mencapai USD12,94 miliar, tercatat terjadi penurunan sebesar 8,98%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada Juni 2019, selain karena perkembangan harga komoditas yang mengalami penurunan pada minyak kelapa sawit, seng, besi, dan tembaga, namun juga didorong adanya cuti bersama menyebabkan liburnya perdagangan.

“Salah satu penyebabnya juga hari libur yang panjang, ada cuti bersama selama 9 hari. Ini sangat berpengaruh pada kinerja ekspor, di mana terlihat dari dokumen ekspor memang turun jauh dari bulan sebelumnya,” terangnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.