ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia harusnya bisa mengambil manfaat untuk menggenjot ekspor dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Berbagai strategi bisa diterapkan baik melalui diversifikasi produk dan perluasan pasar.
“Yang terpenting sebenarnya, ekspor Indonesia tidak tergantung dengan Amerika Serikat dan China,” terang Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Senin (12/8/2019).
Menurut Destry, ekspor RI ke China dan AS mengalami perlambatan, setelah kedua negara tersebut bersitegang. Kedua negara tersebut merupakan pasar mayoritas ekspor RI.
“Dampak sektor rill sudah mulai kelihatan, bahwa ekspor ada perlambatan. Jadi memang dari RI ke depan diharap bisa mendiversifikasi produk dari komoditi base masuk ke manufaktur tapi yang bahan baku bisa diproduksi sendiri,” paparnya.
Selain itu kata Destry, sudah saatnya melakukan perluasan pasar ekspor dari negara konvensional menjadi non konvensional. Artinya, industry harus merambah ke negara-negara di luar negara mayoritas pasar seperti AS dan China.
“Makanya coba di buka di middle, Afrika memang ada masalah logistic karena jauh. Tapi tentu ada harapan efisiensi makin tercipta meski masalah itu bisa di atur lah,” paparnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Juni 2019 mencapai USD11,78 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan tajam 20,54% dari bulan Mei 2019 yang sebesar USD14,83 miliar.
Namun, bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Juni 2018 yang mencapai USD12,94 miliar, tercatat terjadi penurunan sebesar 8,98%.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada Juni 2019, selain karena perkembangan harga komoditas yang mengalami penurunan pada minyak kelapa sawit, seng, besi, dan tembaga, namun juga didorong adanya cuti bersama menyebabkan liburnya perdagangan.
“Salah satu penyebabnya juga hari libur yang panjang, ada cuti bersama selama 9 hari. Ini sangat berpengaruh pada kinerja ekspor, di mana terlihat dari dokumen ekspor memang turun jauh dari bulan sebelumnya,” terangnya. (AT Network)
,’;\;\’\’
