• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pandemi Covid-19 Picu Pertumbuhan Investor Ritel di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saatnya ASEAN Bersatu Hadapi Konflik Laut China Selatan

Komunitas ASEAN. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global coronavirus (Covid-19) memicu pertumbuhan investor ritel di sejumlah pasar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan, jumlah investasi dari sektor ritel menunjukkan tren kenaikan sejak 2017. Pada 2017 lalu, dari rata-rata nilai perdagangan harian sebesar Rp5 triliun, investor ritel mendominasi dengan porsi 41,4 persen

Pada masa pandemic Covid-19, aktivitas investasi di sektor ritel hingga September 2020 tumbuh 51 persen. Investor ritel mendominasi rata-rata perdagangan harian senilai Rp6,3 triliun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kenaikan partisipasi investor ritel ini menjadi bantalan untuk pasar Indonesia yang ditinggal oleh investor asing karena adanya pandemic Covid-19,” jelas dia di forum diskusi panel Capital Market Summit & Expo 2020 pada Rabu (21/10/2020).

Menurut Laksono, pertumbuhan investor ritel didorong oleh tingkat suku bunga acuan di Indonesia yang terbilang rendah. Kondisi ini menimbulkan gairah investasi di kalangan masyarakat.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga membuat masyarakat tidak melakukan pengeluaran dalam bentuk liburan, belanja, dan lainnya. Akibatnya, mereka memiliki kas yang berlimpah sehingga masyarakat pun mencari alternatif investasi agar mendatangkan return yang optimal.

“Disamping itu, likuiditas Indonesia di sektor perbankan masih sangat bagus. Ini juga ikut menopang kenaikan investor ritel di masa pandemi ini,” jelasnya.

Selain di Indonesia, situasi serupa juga terjadi di pasar Thailand. Senior Executive Vice President, Corporate Strategy The Stock Exchange of Thailand Saraphol Tulayasathien mengatakan, hingga Agustus 2020, sebanyak 230 ribu akun perdagangan ritel baru telah dibuka di negaranya.

Selain itu, para investor ritel di negeri itu juga lebih memilih menggunakan platfor aplikasi perdagangan online. Dari total transaksi harian investor ritel senilai USD919 juta, 78 persen atau dana sebesar USD723 juta dikelola dari aplikasi online.

“Aplikasi perdagangan online sebenarnya bukan hal baru. Perkembangan teknologi dan faktor pandemi membuat para investor ritel lebih memilih berinvestasi secara daring,” jelasnya.

Sementara itu, Managing Director, Head of Markets, Equities Singapore Exchange Janice Kan mengungkapkan, hingga September 2020, nilai perdagangan harian di bursa Singapura mengalami pertumbuhan hingga 40 persen.

Total partisipasi investor ritel dalam perdagangan di bursa Singapura kini berada di kisaran 20 persen dari sebelumnya 15 persen. “Secara year-on-year terjadi pertumbuhan 50 persen dari pembukaan rekening efek dan kenaikan 25 persen dari aktivitas perdagangan harian dari investor ritel,” jelasnya.

Walau porsi investor ritel masih kecil, Janice mengatakan otoritas bursa setempat tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pendidikan investasi yang terbaik. Untuk itu, mereka tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti seminar dan pelatihan investasi secara daring.

“Melalui program SGX Academy, kami tetap mengadakan kelas-kelas pendidikan untuk meningkatkan literasi finansial masyarakat. Kami melakukan rata-rata 30 program pendidikan setiap bulan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessIndustri RitelTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.