ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pengembangan industri batu bara yang tidak progresif.
Jokowi mendapat laporan bahwa pengembangan industri turunan batu bara terkendala aspek keekonomian. Selain itu, pengembangan ini juga terkendala aspek teknologi. Padahal, masalah ini seharusnya bisa diatasi.
“Saya mendapat laporan bahwa pengembangan industri turunan ini masih terkendala urusan yang berkaitan dengan keekonomian, juga teknologi. Saya kira ini bisa diatasi kalau perusahaan-perusahaan itu atau BUMN itu berkolaborasi mencari partner,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2020).
Menurut Jokowi, dari sejumlah perusahaan tambang masih sedikit yang melakukan pengembangan industri turunan ini.
“Kita tahun 2019 baru 5 pemegang IUPK OP yang melakukan upgrading dan 2 pemegang IUPK OP yang memproduksi briket batu bara,” jelasnya.
Jokowi pun memerintahkan bawahannya untuk segera mencari solusi atas lambatnya pengembangan industri turunan batu bara ini.
Jokowi juga memerintahkan agar ekspor batu bara mentah ini segera diakhiri.
“Saya ingin agar dicarikan solusi mengatasi kelambanan pengembangan industri turunan batu bara karena kita sudah lama mengekspor batu bara mentah ini. Saya kira model ini harus segera diakhiri,” tegasnya. (ATN)
