• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Berang atas Aliansi AS-India

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China marah besar atas aksi Amerika Serikat (AS) yang merangkul India untuk melawan mereka. Secara spesifik, Beijing mengecam Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang terus menyuarakan retorika bahwa ‘China adalah ancaman.’

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengecam Pompeo yang terus memainkan narasi di kawasan Asia Pasifik dan global, untuk menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai ancaman bagi semua negara.

“Kami mendesak Pompeo untuk tidak menggunakan mentalitas Perang Dingin, dan berhenti mengatakan China adalah ancaman,” kata Wang, dilansir dari Russia Today, Rabu (28/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pompeo melakukan kunjungan ke India sejak Senin, 26 Oktober 2020 kemarin. Pada Selasa kemarin, ia bersama Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dan Menhan India Rajnath Singh menandatangani Perjanjian Pertukaran dan Kerja Sama Dasar (BECA) untuk memungkinkan berbagi informasi geo-spasial yang lebih besar.

Pompeo juga mengatakan India dan Amerika Serikat akan menjadi ‘kekuatan ganda’ jika bersama sama melawan agresi China.

“Yang menjadi jelas sekarang ini adalah adanya pertempuran, dan pertempuran itu antara kebebasan dan otoritarianisme. India, sama seperti Amerika Serikat memilih demokrasi dan kebebasan serta kedaulatan,” kata Pompeo.

“Semua itu adalah hal yang sangat dipedulikan rakyat India,” imbuhnya.

Selain ke India, Pompeo juga akan melakukan kunjungan ke Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia. Kedatangannya dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas Beijing di kawasan tersebut.

Rencananya, Pompeo akan berkunjung ke Indonesia dan menemui Menlu Retno Marsudi pada Kamis besok, 29 Oktober 2020. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.