• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dorong Stabilitas Samudera Hindia dan Perkuat Sinergi di Masa Pandemi

by Redaksi Asiatoday
December 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Stabilitas Samudera Hindia dan Perkuat Sinergi di Masa Pandemi

20th Council of Ministers (COM) Meeting Indian Ocean Rim Association (IORA). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyerukan pentingnya penguatan kerja sama antar negara di kawasan Samudra Hindia untuk hadapi tantangan global, khususnya di masa pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Menlu Retno pada 20th Council of Ministers (COM) Meeting Indian Ocean Rim Association (IORA) yang dilaksanakan secara virtual pada 17 Desember 2020.

”Negara-negara anggota IORA tidak punya pilihan lain selain beradaptasi agar tetap relevan dan sesuai tujuan awal pembentukan organisasi ini,” tegas Menlu Retno di dalam pernyataannya, dikutip Sabtu (19/12/2020).

Menlu Retno menekankan 3 hal penting untuk penguatan kerja sama negara anggota IORA dan negara Mitra.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Pertama, pentingnya peningkatan upaya-upaya penanganan COVID-19. IORA perlu terus suarakan akses berkeadilan terhadap vaksin secara merata bagi semua negara, khususnya negara berkembang dan least developed countries.

Kedua, IORA perlu bangun kembali sektor kelautan dan perikanan untuk pulihkan perekonomian pasca pandemi.

“Aktivitas perikanan dunia merosot hingga 10 persen sejak Maret 2020 karena pandemi. Permintaan pasar anjlok dan rantai pasokan boga bahari (seafood) terganggu. Dalam kondisi ini, nelayan skala kecil yang paling terdampak,” papar Menlu Retno.

Ketiga, Me​nlu Retno mendorong agar Samudra Hindia tetap menjadi kawasan yang stabil, aman dan damai.

“IORA harus menjadi net contributor dalam membentuk arsitektur regional Indo-Pasifik demi terciptanya kawasan yang stabil, damai, dan makmur. Hal ini bisa dicapai lewat sinergi seluruh mekanisme regional kawasan, di bidang maritim, SDGs, konektivitas, dan kerja sama ekonomi lainkannya,” tegas Retno.

Selain itu, Menlu juga menyampaikan  apresiasi atas dukungan negara-negara IORA terkait pembentukan Core Group on Fisheries Man​agement (CGFM) yang diinisiasi Indonesia. CGFM akan berikan ruang lebih bagi kerja sama pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IORA ke-20 menghasilkan Emirates Communique yang berisikan hasil kerja IORA selama tahun 2020 termasuk upaya penanganan pandemi COVID-19 serta berbagai inisiatif peningkatan efektivitas dan visibilitas IORA.

Disamping itu, pertemuan juga mengesahkan CGFM sebagai salah satu badan fungsional IORA. CGFM merupakan pengejawantahan hasil KTT IORA tahun 2017 yang memandatkan peningkatan kerja sama di bidang perikanan.

Pada pertemuan kali ini, para Menteri IORA mendukung penunjukkan Dr Gatot H. Gunawan, Direktur IORA yang ditugask​an Pemri pada Sekretariat IORA di Mauritius, untuk menjabat sebagai Acting Sekretaris Jenderal IORA mengawal pemilihan Sekjen IORA yang baru periode 2021-2024.

IORA adalah organisasi negara-negara di Samudra Hindia yang berfokus pada kerja sama kemaritiman. Didirikan pada ta​hun 1997, saat ini IORA beranggotakan 23 negara dan memiliki 9 negara mitra wicara. (ATN)

Tags: Indo PasifikIORASamudera Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.