• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

60 Lebih Perusahaan China Masuk Daftar Hitam

by Redaksi Asiatoday
December 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi China di Indonesia Mencapai 1.888 Proyek dengan Nilai USD3,3 Miliar

Shanghai, China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lebih dari 60 perusahaan China masuk daftar hitam Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Seluruh perusahaan tersebut masuk Blacklist karena dianggap spionase dan membahayakan keamanan nasional Negeri AS.

Departemen Perdagangan AS mengumumkan hal itu demi melindungi keamanan nasional AS. Dari seluruh daftar perusahaan tersebut, termasuk diantaranya adalah Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC), yang merupakan salah satu produsen cip besar.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Langkah ini merujuk ke doktrin militer-sipil China dan bukti adanya aktivitas antara SMIC dengan sejumlah entitas yang menjadi perhatian di kompleks industri militer China,” papar Departemen Perdagangan AS dalam pernyataan resmi, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (19/12/2020).

SMIC, yang berbasis di Shanghai, memasok cip untuk Qualcomm Inc. dan Broadcom Inc. Perusahaan ini menjadi salah satu andalan Beijing untuk menguasai jejaring industri semikonduktor dunia dan mengambil alih ketergantungan terhadap teknologi AS.

Hal ini kemudian dilihat AS sebagai suatu ancaman geopolitik. Dengan daftar hitam ini, maka ambisi China akan terganjal.

Selain itu, perusahaan lainnya yang juga masuk dalam daftar ini mencakup entitas yang dinilai melakukan pembiaran atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang mendukung militerisasi dan klaim sepihak di Laut China Selatan, yang membeli produk-produk asal AS untuk digunakan mendukung program militer China, dan yang berhubungan dengan pencurian rahasia dagang AS.

Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) AS Wilbur Ross dalam sebuah wawancara dengan Fox Business.

Masuknya puluhan perusahaan ini menambah panjang daftar hitam yang sebelumnya sudah dikeluarkan Washington. Salah satunya adalah Huawei Technologies Co.

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya, Presiden AS Donald Trump diyakini bakal menerapkan lebih banyak sanksi terhadap entitas asal Negeri Panda.

“Jika laporan tersebut benar, maka hal itu akan menjadi contoh lain bagaimana AS menggunakan kekuatannya untuk menyerang perusahaan-perusahaan China. Kami mendesak AS untuk menghentikan aktivitas tersebut,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konferensi pers di Beijing.

China pun menyatakan bakal menyusun rencana dukungan terhadap perusahaan semikonduktor kecil selama 5 tahun ke depan, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memenuhi kebutuhan cip dalam negeri. (ATN)

Tags: Donald TrumpPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.