ASIATODAY.ID, JAKARTA – ASEAN Federation of Forwarders Association (AFFA) baru saja menggelar kongres ke-30 dan menyepakati untuk mengadopsi STC (Standard Trading Condition) AFFA sebagai acuan standar di dalam melakukan bisnis logistik dan transportasi di regional.
Menurut Chairman AFFA, Yukki Nugrahawan Hanafi, dengan mengadopsi ketentuan ini, semua anggota memiliki keseragaman aturan, tanggung jawab dan kewajibannya di dalam melakukan bisnis logistik dan multimoda untuk mendukung Konektivitas ASEAN 2025.
“Kongres ini juga membahas peran nyata anggota AFFA di setiap negara di dalam mendukung pemerintah masing-masing menangani Covid-19, dalam hal ini mereka berperan langsung di dalam mengurus keluar masuk barang bantuan Covid-19 dan distribusi vaksin Covid-19,” kata Yukki melalui keterangan tertulisnya, Kamis (31/12/2020).
Dikatakan, tim kerja AFFA juga melaporkan perkembangan fasilitasi perdagangan antar negara ASEAN serta melaporkan kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor logistik melalui AFFA Logistics Institute dengan program pendidikan dan pelatihan vokasional.
Dilain pihak, Yukki yang juga Ketua Umum ALFI mengatakan, problem kelangkaan kontainer juga menjadi topik utama dalam pertemuan AGM ke-30 karena dialami negara-negara di Asia termasuk di kawasan ASEAN. Kelangkaan ini disebabkan adanya penurunan perdagangan global akibat pandemi Covid-19, termasuk adanya penurunan volume ekspor dari Amerika Serikat.
“Kondisi itu mengakibatkan perusahaan pelayaran banyak melakukan langkah antisipasi seperti menunda pelayaran dan bahkan mengurangi jadwalnya,” terang Yukki.
Problem ini menjadi lebih kompleks karena volume antara impor dan ekspor Amerika Serikat tidak seimbang sehingga mengakibatkan kontainer eks impor berhenti atau menumpuk di negara tersebut. Akibatnya, kelangkaan kontainer di kawasan lainnya tak terhindarkan.
Semua anggota berpendapat, peran AFFA selama 4 tahun terakhir sangatlah signifikan di dalam pengembangan industri logistik termasuk di dalam mendukung pergerakan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.
“Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kegiatan logistik. Arus barang masuk dan keluar sangatlah besar. Artinya kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan industri secara keseluruhan. Apabila ada penurunan atau kenaikan aktivitas industri, maka kegiatan logistik juga akan sangat terpengaruh,” urainya.
Pada kesempatan tersebut, semua negara anggota yang hadir mengikuti konggres juga menyetujui untuk bersama-sama memainkan peran yang lebih besar pada industri logistik di kancah regional dan global untuk memastikan pemulihan ekonomi setelah terdampak Covid-19. (ATN)
