• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

AS Resmi Kembali ke Perjanjian Paris, Atasi Perubahan Iklim Global

by Redaksi Asiatoday
January 21, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Resmi Kembali ke Perjanjian Paris, Atasi Perubahan Iklim Global

Parade bendera Amerika Serikat (AS) saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joe Biden dan Kamala Harris di depan Capitol. Foto: potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mewujudkan janji kampanyenya untuk mengatasi perubahan iklim global.

Setelah resmi dilantik pada Rabu (20/1), Joe Biden langsung menandatangani perintah eksekutif yang mengembalikan AS ke Perjanjian Paris 2015. Keputusan ini membalikkan keputusan pendahulunya Donald Trump.

“Kami akan memerangi perubahan iklim dengan cara yang belum kami lakukan sejauh ini,” kata Biden sebelum penandatanganan seperti dikutip Xinhua.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman pemerintah AS yang baru untuk masuk kembali Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

“Saya dengan hangat menyambut langkah Presiden (Joe) Biden untuk memasukkan kembali AS dalam Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan bergabung dengan koalisi pemerintah, kota, negara bagian, bisnis, dan orang-orang yang sedang berkembang yang mengambil tindakan ambisius untuk menghadapi krisis iklim,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Biden telah berjanji bahwa dia akan bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris pada hari pertamanya menjabat.

“Hari ini (empat tahun lalu), pemerintahan Donald Trump secara resmi meninggalkan Perjanjian Iklim Paris. Dan tepat dalam 77 hari, pemerintahan Biden akan bergabung kembali,” tulis Biden melalui tweetnya pada 4 November tahun lalu, hari di mana Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari pakta tersebut.

Trump mengumumkan penarikan AS dari Perjanjian Iklim Paris setelah dia menjabat pada tahun 2017, dengan alasan kekhawatiran tentang ancaman pakta tersebut terhadap ekonomi AS.

Biden memilih mantan Menteri Luar Negeri John Kerry sebagai utusan khusus untuk iklim, yang menunjukkan pentingnya masalah ini dalam kebijakan luar negerinya.

Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, yang disepakati oleh hampir setiap negara di dunia pada tahun 2015 setelah negosiasi yang panjang, bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim.

Caranya dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan menetapkan target global untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata tidak lebih dari 2 derajat celcius di atas tingkat pra-industri. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisGlobal WarmingPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.