• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kerahkan Kekuatan Militer di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Kerahkan Kekuatan Militer di Laut China Selatan

China Kerahkan kekuatan militer di Laut China Selatan. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa China telah mengerahkan kekuatan militer dan menilai manuver udara yang dilakukan militer China  dalam sepekan terakhir di Laut China Selatan kian agresif.

Aksi tersebut disebut sebagai perilaku yang tidak stabil, meski tidak menimbulkan ancaman bagi armada Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

“Kelompok Kapal Induk Theodore Roosevelt memantau dengan cermat semua aktivitas Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) dan Angkatan Udara (PLAAF) China, dan tidak pernah menjadi ancaman bagi kapal, pesawat, atau pelaut Angkatan Laut AS,” demikian pernyataan Komando Pasifik Militer AS, Jumat (29/1/2021).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Sebelumnya, Taiwan melaporkan bahwa beberapa pesawat Angkatan Udara China terbang ke sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udaranya pada akhir pekan lalu, dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan, termasuk jet tempur dan pembom H-6 berkemampuan nuklir.

Sumber-sumber keamanan dan diplomatik regional yang mengetahui situasi tersebut mengatakan angkatan udara China dikirim untuk misi mulai 23 Januari, bertepatan dengan kelompok kapal induk AS yang lewat di selatan Pratas.

China, yang telah lama mengarahkan militernya untuk mempertahankan diri melawan AS, melakukan latihan yang akan menyimulasikan operasi terhadap kapal induk, kata sumber tersebut.

“Mereka dengan sengaja melakukan latihan saat kapal induk AS melewati Selat Bashi,” kata satu sumber, merujuk pada jalur air antara Taiwan selatan dan Filipina utara.

“Itu tidak hanya dimaksudkan untuk Taiwan. Yang terpenting, China sedang mencoba untuk mengatasi masalah Laut China Selatan, mereka ingin menghentikan militer AS memasuki Laut China Selatan. China ingin mengurangi pengaruh AS di Pasifik barat.”

Sumber itu berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara dengan media. Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Namun, pada Kamis (28/1/2021), kementerian tersebut memperkuat tekanan terhadap Taiwan yang diklaim China, dengan memperingatkan setelah peningkatan aktivitas militer akhir pekan lalu di dekat pulau itu bahwa ‘kemerdekaan berarti perang’ dan bahwa angkatan bersenjatanya bertindak sebagai tanggapan atas provokasi dan campur tangan asing.

China mengklaim hampir semua perairan Laut Cina Selatan yang kaya energi, tempat negara itu telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas sebagian laut tersebut.

Wilayah perairan itu telah menjadi sumber konflik dalam hubungan China-AS. Washington terus menuduh Beijing melakukan militerisasi di Laut China Selatan dan mencoba mengintimidasi tetangga Asia yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang luas.

Sebaliknya, China berulang kali menyatakan kemarahan terhadap aktivitas militer AS di wilayah tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan seperti itu tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas kawasan.

Angkatan Laut AS secara teratur melakukan operasi ‘kebebasan navigasi’ dengan kapal-kapal yang dekat dengan beberapa pulau yang diduduki China, menegaskan kebebasan akses ke perairan internasional. Komando Pasifik AS memperbarui janjinya untuk melanjutkan operasi di wilayah tersebut.

“Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan, menunjukkan tekad melalui kehadiran operasional kami di seluruh kawasan,” kata Komando Pasifik. (Antara/Reuters)

 

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.