• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Perbaharui Metode Penilaian Keberlanjutan Utang Negara

by Redaksi Asiatoday
February 4, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF : Tahun 2020 akan Terjadi Resesi Ekonomi Global

International Monetary Fund (IMF). Doc

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) akan memperbaharui penilaian keberlanjutan utang bagi negara-negara yang memiliki akses ke pasar keuangan. Upaya itu dilakukan agar prediksi risiko krisis keuangan dan transparansi lebih akurat.

Menurut IMF, pembaruan metodologi penilaian utang yang pertama sejak 2013 setelah krisis utang negara Eropa, diharapkan dapat beroperasi pada kuartal keempat 2021 atau kuartal pertama 2022. Menilai keberlanjutan utang suatu negara selalu menjadi lebih banyak seni daripada sains.

“Sistem baru ini bertujuan untuk memasukkan lebih banyak sains ke dalam prosesnya,” kata Wakil Direktur Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF Jeromin Zettelmeyer, dalam pengarahan melalui web, dilansir dari Antara, Kamis (4/2/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Zettelmeyer mengatakan IMF telah merevisi pemodelan faktor terkait utang untuk memberikan kerangka kerja yang lebih akurat yang memungkinkan IMF untuk memperingatkan atau memprediksi krisis dan utang yang tidak berkelanjutan dan berkelanjutan.

Penilaian tersebut penting karena membantu menentukan seberapa banyak suatu negara dapat meminjam dan masih memenuhi persyaratan ketat IMF agar utangnya tidak jatuh ke dalam situasi yang tidak berkelanjutan. Misalnya, IMF enggan memberikan program bailout ke Lebanon sampai utang negara yang ada ditempatkan pada jalur yang berkelanjutan.

“Metode penilaian saat ini memberikan banyak indikator area bahaya potensial bagi negara-negara tetapi meninggalkan banyak keleluasaan bagi staf IMF untuk menilai mereka. Alat dan model baru akan menggabungkan ini menjadi penilaian mekanis keberlanjutan yang secara statistik terdengar lebih transparan,” kata Zettelmeyer.

“Metodologi baru ini juga bertujuan untuk menilai dengan lebih baik kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan bruto, melalui sumber daya likuid, potensi aliran pendapatan baru, dan kekuatan pasar pembiayaan domestiknya,” tambah Wakil Kepala Divisi Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF Manrique Saenz.

Untuk negara-negara yang bergantung pada sumber daya alam, ini bertujuan untuk menilai perubahan iklim dan perubahan permintaan bahan bakar fosil di masa depan dengan lebih baik. Hal ini juga bertujuan untuk lebih menangkap keberlangsungan utang BUMN, baik di sektor keuangan maupun nonkeuangan.

IMF mengatakan kerangka penilaian utang baru dikembangkan setelah konsultasi ekstensif dengan pemangku kepentingan eksternal, pelaku pasar, lembaga pemeringkat, akademisi, Uni Eropa, dan bank sentral Eropa. (ATN)

Tags: IMFUtang Luar Negeri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.