• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris Desak PBB Atasi Pelanggaran HAM di Myanmar, China, Belarusia dan Rusia

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Desak PBB Atasi Pelanggaran HAM di Myanmar, China, Belarusia dan Rusia

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mendesak Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak tegas mengatasi pelanggaran HAM sistematis yang terjadi di Myanmar, China, Belarusia dan Rusia.

Pelanggaran HAM yang dimaksud yakni situasi tenaga kerja di Xinjiang, China; kecurangan Pilpres Belarusia dan kesewenang-wenangan Presiden Lukashenko; dan kudeta militer di Myanmar.

Di Rusia, Raab menyoroti hukuman atas tuduhan yang tidak masuk akal terhadap pemimpin oposisi Alexey Navalny.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Mekanisme PBB harus merespons. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia atau ahli pencari fakta independen lainnya, harus segera diberikan akses yang tidak terbatas ke Xinjiang,” katanya dalam pidatonya di Sesi ke-46 Dewan HAM PBB hari ini, dikutip melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Raab mengungkapkan, Inggris akan memberi informasi terbaru kepada anggota dan pengamat tentang langkah-langkah substantif yang telah diambil oleh Inggris untuk mengatasi masalah ini dan mendesak negara lain untuk mengikutinya.

Hal itu termasuk pengenalan pembatasan bisnis untuk memutus rantai pasokan yang menggunakan kerja paksa di Xinjiang serta menerapkan sanksi terhadap Alexander Lukashenko, tiga anggota rezim militer Myanmar, dan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan peracunan terhadap Alexey Navalny.

Pidato Raab disampaikan saat Inggris kembali ke Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa sebagai anggota pemungutan suara.

Sebagai anggota terpilih dari Dewan, Inggris akan fokus pada dukungan aksi untuk pendidikan bagi anak-anak perempuan, memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan, membela kebebasan media, dan menjadi pembela yang bersemangat untuk nilai-nilai demokrasi liberal. (ATN)

Tags: Dewan HAM PBBHuman RightsInggrisOffice of UN High Commissioner for Human Rights
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.