• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cilacap Ekspor 18 Ton Udang Beku ke Jepang

by Redaksi Asiatoday
March 5, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cilacap Ekspor 18 Ton Udang Beku ke Jepang

Produk udang beku PT. Toxindo Prima yang diekspor ke Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, YOGYAKARTA – Indonesia kembali mencatatkan ekspor perikanan ke pasar global.

Kali ini, sebanyak 18.049,47 Kg udang beku senilai USD 233.240,88 asal Cilacap menembus pasar Jepang. Kegiatan ekspor tersebut belangsung Rabu (3/3/2021).

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta, Hafit Rahman mengungkapkan, proses  verifikasi lapangan pada ekspor udang beku (Frozen Shrimp) tersebut berjalan tanpa kendala.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Kegiatan ekspor produk udang beku ini dilakukan oleh PT. Toxindo Prima. Pelaku usaha di Kabupaten Cilacap.

Bahan baku udang beku ini berasal dari wilayah Cilacap, Purworejo dan Kebumen, yang terdiri dari udang budidaya dan udang laut.

“Semuanya melalui penerapan proses Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang dilakukan rutin melalui survailance penerapan HACCP secara berkala oleh tim Inspektur Mutu Stasiun KIPM Yogyakarta,” jelasnya dikutip Jumat (5/3/2021).

Ke depan, Hafit memastikan jajarannya akan selalu membuka diri dan siap jemput bola agar pelaku usaha tetap bisa ekspor.

“Kita akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan ekspor komoditas perikanan, khususnya dari Yogyakarta,” tandasnya.

Sebagai informasi, di bawah komando Menteri Wahyu Sakti Trenggono, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan fokus mendorong ekspor komoditas yang bernilai ekonomi tinggi seperti udang, lobster dan rumput laut. Komoditas udang dipilih karena ekspor tahun lalu cukup tinggi, yakni mencapai 239.227 ton dengan nilai USD2,04 miliar.

Bahkan, Menteri Trenggono menargetkan volume ekspor udang bisa naik 3 kali lipat atau lebih dari 250 persen hingga tahun 2024. Adapun sasaran ekspor komoditas ini diutamakan ke Amerika Serikat (AS) hingga China.

“KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budidaya dengan skala intensif,dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare dalam setahun,” kata Menteri Trenggono. (ATN)

Tags: Asean TradeAsia BusinessEkspor Perikanan IndonesiaKerjasama Indonesia-Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.