• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Pendakian Gunung Everest Mulai Dibuka Kembali

by Redaksi Asiatoday
March 13, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nepal Larang Penggunaan Plastik di Pegunungan Everest

Wisatawan mendaki Gunung Everest. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pendakian di Gunung Everest akan kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup akibat pandemi Covid-19. Pembukaan tersebut dijadwalkan April 2021 dalam kondisi ketat.

Lebih dari 300 pendaki asing akan mencoba mendaki gunung setinggi 8.849 meter itj. Hal itu disampaikan pejabat Departemen Pariwisata Nepal Mira Acharya, dilansir dari CNN, Jumat (12/3/2021).

Menurut Acharya, para pendaki harus menjalani persyaratan isolasi mandiri selama satu minggu. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan sertifikat yang menunjukkan bahwa pendaki dinyatakan negatif terkena virus.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Sebelum pandemi melanda, ratusan pendaki asing menyumbangkan pendapatan jutaan dolar setiap tahun ke Nepal.

Sementara itu, Lukas Furtenbach dari perusahaan pemandu yang berbasis di California, Furtenbach Adventures, menunda dua ekspedisi ke Gunung Everest. Beberapa kliennya telah menunda rencananya hingga tahun depan karena pembatasan perjalanan di negara-negara, seperti Inggris.

“Kami memiliki protokol Covid-19 yang sangat ketat dengan jadwal tes yang ketat, dokter ekspedisi, gelembung tertutup untuk tim kami di base camp, protokol kebersihan,” kata Furtenbach.

Nepal menutup pegunungannya pada Maret 2020 lalu sebagai bagian dari langkah-langkah ketat untuk mengendalikan virus corona. Di sana corona telah menginfeksi 274.973 orang dan menyebabkan 3.012 kematian secara nasional sejauh ini.

Negara tersebut memulai kampanye vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca yang diberikan oleh India pada Januari 2021. Infeksi menurun dengan 104 kasus baru dilaporkan pada Rabu, 10 Maret 2021, sebagian kecil dari 5.743 kasus pada puncaknya pada Oktober 2020.

Penyelenggara ekspedisi mengatakan Everest sisi China, yang ditutup untuk pendaki asing tahun lalu, akan tetap ditutup musim ini juga. Itu berarti akan ada lebih banyak pendaki di sisi Nepal. (ATN)

Tags: AdventureEverestWisata Petualangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.