• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Revolusi di Myanmar: Pabrik-pabrik China Dibakar Massa, 39 Orang Tewas

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Militer Myanmar Ingin Merapat ke AS dan Lepas dari Cengkraman China

Gelombang protes terhadap kudeta militer terus meluas di Myanmar. Dok

ASIATODAY.ID, YANGON – Gerakan Revolusi mulai bekobar di Myanmar.

Namun korban jiwa dari para demonstran kembali terjadi. Pasukan keamanan dan junta militer Myanmar menewaskan sedikitnya 22 orang demonstran antikudeta di daerah industri yang miskin di Hlaingthaya, suburban Ibu Kota Yangon, Minggu (14/3/2021) setelah mereka diduga membakar pabrik-pabrik milik perusahaan China di wilayah itu.

Terpisah, 16 demonstran dan satu orang polisi juga terbunuh di tempat lain, menurut keterangan Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Dengan demikian, pada 14 Maret menjadi hari paling berdarah sejak 1 Februari. Total, korban jiwa akibat kerusuhan di Myanmar bertambah menjadi 126. Lebih dari 2.150 orang menjadi tahanan, dan 300 dibebaskan.

Kedubes China mengatakan banyak staf mereka yang terluka dan terjebak dalam serangan pembakaran yang dilakukan orang-orang tak dikenal terhadap pabrik tekstilk di Hlaingthaya.

Kedubes China pun mendesak Myanmar untuk melindungi aset-aset dan warga China di sana.

Situs Facebook Kedubes Myanmar dihujani komentar negatif dan 29.000 lebih emotikon tertawa. Sentimen anti-China timbul karena sikap China yang diam terhadap kudeta militer, berbeda dengan sikap barat yang mengecam kudeta tersebut.

Menurut stasiun TV Myawadday, 4 pabrik tekstil dan sebuah pabrik pupuk dibakar dan 2.000 orang dilaporkan mencoba menghentikan pemadam kebakaran yang mencoba melakukan tugasnya.

Junta menetapkan darurat militer di area itu setelah berbagai tempat usaha China menjadi target serangan demonstran. Para pengunjuk rasa meyakini bahwa China memberi dukungan kepada militer Myanmar.

Negara itu sudah dilanda kerusuhan sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari. Junta militer masih menahan pemimpin sipil dan ketua Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi.

Partai NLD menang pemilu dengan telak November lalu tetapi pihak militer menuduh adanya kecurangan meluas yang memicu kudeta tersebut.

Sejumlah anggota parlemen yang tersingkir menolak kepemimpinan militer dan bersembunyi hingga sekarang. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.