• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

OECD Dorong Pemerintah Indonesia Tingkatkan Harga Emisi Karbon

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemanasan Global Capai Suhu Tertinggi, Waspadai Risiko Bencana

Pemanasan Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) mendorong Pemerintah Indonesia agar meningkatkan biaya emisi karbon dioksida sebagai langkah nyata dalam menekan pemanasan global dan perubahan iklim.

Menurut Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, langkah menaikkan harga karbon akan mempengaruhi masa depan lingkungan Indonesia dan dunia hingga 15 tahun ke depan. Hal tersebut menjadi salah satu rekomendasi dari OECD melalui survei ekonomi terhadap Indonesia di 2021.

“Pernyataan saya berbasis sains dan saya akan terus ulangi. Pasang harga tinggi pada karbon,” kata Angel saat peluncuran hasil survei ekonomi OECD terhadap Indonesia, yang digelar secara virtual Kamis (18/3/2021).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Angel menjelaskan, meningkatkan harga karbon tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi gas rumah kaca global (GHG). Harga karbon yang tinggi dapat menekan pengrusakan keanekaragaman hayati (biodiversity)  dan melindungi masyarakat lokal.

Merespon rekomendasi OECD, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menegaskan bahwa aspek lingkungan menjadi fokus pemerintah Indonesia saat ini sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo melalui serangkaian kebijakan dan aksi.

Sesuai dengan kesepakatan Paris Agreement kata Sri, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen oleh usaha dari dalam negeri, dan 42 persen apabila mendapat dukungan internasional di 2030.

“Saya sampaikan bahwa rekomendasi OECD ini telah kami implementasikan dalam bentuk kebijakan,” kata Sri Mulyani.

Dikatakan, kebijakan terkait lingkungan yang telah bergulir akan membantu peranannya sebagai co-Chair dalam the Coalition of Finance Ministers for Climate Action, serta Indonesia sebagai tuan rumah dari G20 di 2022. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal WarmingOECDPemanasan GlobalSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.