• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

OECD Dorong Pemerintah Indonesia Tingkatkan Harga Emisi Karbon

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemanasan Global Capai Suhu Tertinggi, Waspadai Risiko Bencana

Pemanasan Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) mendorong Pemerintah Indonesia agar meningkatkan biaya emisi karbon dioksida sebagai langkah nyata dalam menekan pemanasan global dan perubahan iklim.

Menurut Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, langkah menaikkan harga karbon akan mempengaruhi masa depan lingkungan Indonesia dan dunia hingga 15 tahun ke depan. Hal tersebut menjadi salah satu rekomendasi dari OECD melalui survei ekonomi terhadap Indonesia di 2021.

“Pernyataan saya berbasis sains dan saya akan terus ulangi. Pasang harga tinggi pada karbon,” kata Angel saat peluncuran hasil survei ekonomi OECD terhadap Indonesia, yang digelar secara virtual Kamis (18/3/2021).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Angel menjelaskan, meningkatkan harga karbon tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi gas rumah kaca global (GHG). Harga karbon yang tinggi dapat menekan pengrusakan keanekaragaman hayati (biodiversity)  dan melindungi masyarakat lokal.

Merespon rekomendasi OECD, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menegaskan bahwa aspek lingkungan menjadi fokus pemerintah Indonesia saat ini sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo melalui serangkaian kebijakan dan aksi.

Sesuai dengan kesepakatan Paris Agreement kata Sri, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen oleh usaha dari dalam negeri, dan 42 persen apabila mendapat dukungan internasional di 2030.

“Saya sampaikan bahwa rekomendasi OECD ini telah kami implementasikan dalam bentuk kebijakan,” kata Sri Mulyani.

Dikatakan, kebijakan terkait lingkungan yang telah bergulir akan membantu peranannya sebagai co-Chair dalam the Coalition of Finance Ministers for Climate Action, serta Indonesia sebagai tuan rumah dari G20 di 2022. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal WarmingOECDPemanasan GlobalSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.