ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar segala bentuk kekerasan terhadap etnis atau warga keturunan Asia di Amerika Serika (AS) diakhiri.
Menurut keterangan deputi juru bicara PBB Farhan Haq pada Senin kemarin, “sekretaris jenderal sangat khawatir” mengenai kekerasan yang menimpa etnis Asia selama pandemi Covid-19.
“Dunia telah menyaksikan berbagai serangan mematikan, kekerasan fisik maupun verbal, perundungan di sekolah, ujaran kebencian di media sosial, dan segala bentuk perlakuan buruk dari sekelompok orang,” ujar Haq.
“Di beberapa negara, perempuan Asia secara spesifik menjadi target serangan bernuansa kebencian. Kami ingin semua ini dihentikan,” lanjut Haq, sebagaimana dilaporkan The Week, Selasa (23/3/2021).
Pernyataan Guterres yang disampaikan melalui Haq merupakan respons PBB atas penembakan di tiga spa wilayah Atlanta, Georgia, yang menewaskan delapan orang. Enam dari delapan korban tersebut adalah perempuan keturunan Asia.
Penembakan tersebut merupakan satu dari sejumlah aksi kekerasan yang menimpa masyarakat Asia Amerika. Jumlah kekerasan semacam itu terus meningkat dari waktu ke waktu di AS, terutama sejak pandemi Covid-19.
Sejumlah pihak menduga tren peningkatan serangan ini terkait Covid-19 yang berasal dari kota Wuhan, China. Hal ini diperparah pernyataan mantan presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyebut Covid-19 sebagai “virus China.”
“Ribuan insiden dalam satu tahun terakhir merupakan bentuk intoleransi, penetapan stereotipe, eksploitasi, dan aksi kekerasan yang sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu,” ungkap Haq.
“Sekjen mengekspresikan dukungan penuhnya bagi semua korban beserta keluarga mereka. Beliau juga berdiri tegak bersama mereka yang selama ini menghadapi rasisme dan berbagai aksi kekerasan,” pungkasnya. (ATN)
