• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Amankan Cadangan Lithium, Mexico Gagas Nasionalisasi Tambang Asing

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Amankan Cadangan Lithium, Mexico Gagas Nasionalisasi Tambang Asing 1

Areal tambang Lithium di Mexico. Dok

ASIATODAY.ID, MEXICO CITY – Sebuah gagasan untuk menasionalisasi tambang-tambang asing datang dari Presiden Mexico, Andres Manuel Lopez Obrador. Langkah ini sebagai upaya negeri itu mengamankan cadangan mineral Lithium dalam negeri.

Salah satu yang mendorong gagasan nasionalisasi itu tak lain untuk mendorong Mexico mengambil peran yang lebih besar dalam produksi litium. Dilain pihak, banyak perusahaan-perusahaan asing selama ini hanya menggunakan konsesi pertambangan untuk spekulasi daripada menambang logam.

Ketika berbicara pada konferensi pers bersama mitranya Presiden Bolivia Luis Arce, Presiden Andres mengatakan bahwa negara bagian dimintai pendapatnya tentang perusahaan pertambangan yang menjual saham dalam proyek litium di Mexico, bahkan saat pemerintahnya menghentikan pemberian konsesi baru.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pada November 2020, perusahaan China Ganfeng Lithium Co Ltd berencana meningkatkan kepemilikannya di proyek Sonora Bacanora Lithium di Mexico dari 22,5 persen menjadi 50 persen.

“Kami sedang menganalisis kemungkinan untuk memiliki partisipasi yang lebih besar dalam eksploitasi litium,” kata Lopez Obrador seperti dikutip miningweekly dari Reuters, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, terlalu banyak konsesi pertambangan telah diberikan sebelum dia mengambil alih kekuasaan di Mexico pada akhir 2018. Pemberian konsesi tersebut “bukan untuk menghasilkan emas, perak, tembaga atau litium, melainkan untuk berspekulasi.

Lithium memiliki permintaan global yang tinggi karena meningkatnya penggunaan baterai untuk produk-produk seperti mobil listrik. Awal bulan ini, Lopez Obrador mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempelajari proposal oleh anggota parlemen di partai yang berkuasa untuk menasionalisasi produksi lithium di negara itu.

Sementara itu, Presiden Arce mengatakan jelas baginya bahwa tujuan menggulingkan sekutunya mantan Presiden Evo Morales pada 2019, adalah untuk mendapatkan kendali atas cadangan lithium Bolivia.

Menurut Arce, pemerintahnya sedang memulai kembali pembicaraan dengan Jerman mengenai pengembangan industri lithium dan menjajaki kerja sama dengan negara lain. (ATN)

Tags: Industri BateraiLithiumMeksiko
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.