• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Google dan Facebook Kuasai Periklanan Mobile di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Google dan Facebook Siap Bangun Data Center di Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – AppsFlyer meluncurkan Laporan Indeks Kinerja (Performance Index) edisi ke-12 yang menetapkan peringkat sejumlah media source (sumber media) dalam periklanan mobile.

Hasil laporan itu menyebutkan, jaringan iklan milik raksasa internet Google  dan Facebook menguasai kawasan Asia Tenggara. Laporan itu menganalisis 42 jaringan media dan hampir 6,4 miliar pemasangan dari 8.331 aplikasi di seluruh Asia Pasifik.

Google Ads menempati peringkat pertama dalam hal retensi di Asia Tenggara (SEA), sementara Facebook Ads dinilai bekerja lebih baik dalam hal memberi pengguna berkualitas dari kampanye remarketing di seluruh Asia-Pasifik (APAC).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Marketing Director AppsFlyer APAC, Beverly Chen, mengatakan tahun 2021 akan menjadi sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya bagi para pemasar.

Pengguna mulai mengaktifkan fitur Limited Ad Tracking (LAT) serta meningkatnya sorotan tajam terhadap privasi pengguna seiring perubahan kebijakan privasi di perangkat Apple.

“Jaringan yang bergantung kepada iOS dan advertiser yang menggunakannya harus mulai memikirkan solusi aktif untuk membatasi dampaknya sekarang,” ujar Beverly dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/3/2021).

Menurut Beverly, dalam iklim transformasi digital yang meningkat saat ini dan lebih banyak masyarakat beralih ke perangkat mereka, Indeks Kinerja edisi ke-12 AppsFlyer membantu pemasar mengoptimalkan sumber media mana yang dapat dijadikan mitra untuk mencapai hasil terbaik.

Saat kerangka kerja App Tracking Transparency milik Apple baru akan diberlakukan pada pertengahan Maret kemarin, Indeks Kinerja AppsFlyer memperlihatkan kebijakan telah menyebabkan perubahan secara global.

Pangsa pasar pemasangan nonorganik (NOI) di iOS menurun hingga 17 persen pada paruh kedua 2020 di Asia Tenggara (dibandingkan dengan paruh pertama tahun itu).

Sementara NOI di Android mengalami dampak sebaliknya; meningkat 9 persen dalam periode yang sama.

Pada semester kedua (H2) 2020, para pengguna Android berkontribusi sebesar 84 persen dalam penginstalan organik, dibandingkan 13 persen saja dari iOS.

Lonjakan sebesar 30 persen dalam biaya per penginstalan (cost per install/CPI) di iOS pada semester kedua 2020 merupakan faktor kunci di balik penurunan signifikan tersebut; di Android, biaya serupa meningkat hanya 10 persen.

Sebagai hasilnya, para pemasar aplikasi mobile menghasilkan pemasangan lebih sedikit untuk alokasi dana yang sama.

Peningkatan biaya media bagi pengguna iOS didorong oleh dua elemen utama: peningkatan permintaan karena transformasi digital yang semakin cepat yang disebabkan oleh Covid-19, dan penurunan pasokan karena lonjakan 40 persen dalam pangsa pengguna yang mengaktifkan Limited Ad Tracking (LAT). (ATN)

Tags: APAC AppsFlyerAppsFlyerAsia BusinessAsia Pasifik DigitalFacebookGoogle
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.