• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indeks Manufaktur Indonesia Capai Rekor Tertinggi

by Redaksi Asiatoday
April 1, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Deretan Produsen yang Bersaing Ketat Jadi Penguasa Pasar Mobil Listrik Dunia

IHS Markit. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indeks Manufaktur Indonesia atau Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis IHS Markit menunjukkan pertumbuhan signifikan dan berada pada level tertinggi dalam 1 dekade terakhir pada Maret tahun ini.

PMI Manufaktur Indonesia dari IHS Markit tercatat di posisi 53,2 pada Maret, atau naik dari 50,9 pada bulan Februari. Angka ini merupakan data tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011.

“Sektor manufaktur Indonesia mengakhiri triwulan pertama tahun ini di posisi tinggi. Perusahaan meningkatkan produksinya untuk menanggapi masuknya pesanan baru paling kuat dalam survei selama satu dekade,” kata Direktur Ekonomi di IHS Markit Andrew Harker, dikutip keterangan resminya, Kamis (1/4/2021).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indeks menunjukkan kenaikan solid pada kondisi bisnis yang melampaui puncak survei sebelumnya yang terlihat pada Juni dan Juli 2014.

Tercatat rekor perbaikan pada pemulihan sektor berkat pertumbuhan permintaan baru dan output, keduanya naik pada kisaran terbesar dalam periode survei satu dekade sejauh ini. Produksi naik selama 5 bulan berturut-turut, dengan panelis umumnya mengaitkan ekspansi terkini dengan kenaikan permintaan baru.

Perusahaan yang mengalami kenaikan volume permintaan baru menyebutkan adanya penguatan permintaan klien. Kenaikan tajam pada output dan pesanan baru memberikan tekanan pada kapasitas operasional pada Maret tahun ini.

Penumpukan pekerjaan naik untuk pertama kalinya dalam 21 bulan sehingga perusahaan menghentikan pelepasan kerja, setelah penurunan ketenagakerjaan 12 bulan.

“Tanda-tanda tekanan pada kapasitas berarti bahwa ketenagakerjaan stabil pada bulan Maret, dan jika tren beban kerja bertahan positif, kita dapat mengharapkan pertumbuhan ketenagakerjaan langsung dalam waktu dekat,” jelasnya.

Namun demikian, pandemi Covid-19 terus memengaruhi bisnis ekspor. Pesanan ekspor baru menurun selama 16 bulan berturut-turut, meski pada laju lebih rendah sejak November lalu.

Perusahaan semakin percaya diri bahwa kenaikan output akan bertahan pada tahun mendatang dengan kepercayaan diri berbisnis mencapai posisi tertinggi 50 bulan. (ATN)

Tags: IHS MarkitIndeks Manufaktur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.