• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kontroversi, Jepang dan Norwegia Izinkan Penangkapan Paus Besar-besaran

by Redaksi Asiatoday
April 4, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kontroversi, Jepang dan Norwegia Izinkan Penangkapan Paus Besar-besaran

Penangkapan Paus oleh nelayan di Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Aktivitas perburuan satwa di Laut lepas kembali terjadi di Jepang. Lebih 100 ekor paus telah dibunuh di perairan Jepang.

Seperti dilaporkan RT, Sabtu (3/4), beberapa kapal nelayan pemburu paus telah berangkat ke perairan dari pelabuhan Jepang dengan dimulainya musim perburuan paus komersial secara resmi.

Pada Sabtu (3/4/2021), empat kapal yakni dua di Prefektur Miyagi di pantai timur pulau utama Jepang Honshu dan dua di Prefektur Aomori di utara, berangkat dari pelabuhan ke perairan pesisir Pasifik.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kantor berita Jepang Kyodo melaporkan kapal kelima akan bergabung dengan rombongan nanti, dan berangkat dari Hokkaido. Mereka berencana menangkap 120 Paus Minke dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami ingin menyediakan daging Paus yang segar dan lezat untuk semua orang yang menunggu,” ujar Nobuyuki Ito, presiden perusahaan perburuan Paus di Prefektur Miyagi kepada agensi.

Selama musim ketiga perburuan Paus komersial ini, yang secara kontroversial diluncurkan kembali setelah larangan selama puluhan tahun, para pemburu berharap bisa menangkap 120 Paus Minke. Spesies ini merupakan target utama industri perburuan Paus. Sekitar 25.000 mamalia diperkirakan hidup di lautan Pasifik Barat Laut.

Jepang sebelumnya telah menarik diri dari International Whaling Commission (IWC), satu badan yang didedikasikan untuk konservasi mamalia laut, dan melanjutkan operasi perburuan paus pada Juli 2019.

Perburuan paus komersial telah dilarang oleh IWC selama lebih dari tiga dekade. Sangat sedikit negara di seluruh dunia yang mengizinkan praktik kontroversial tersebut. Tapi Jepang dan Norwegia menjadi salah satu negara yang paling dikritik karena mengizinkan pembunuhan mamalia besar itu.

Awal tahun ini, pemerintah Norwegia memberikan lampu hijau untuk membunuh lebih dari 1.200 Paus Minke tahun ini, menurut badan amal Konservasi Paus dan Lumba-lumba (WDC).

Tahun lalu, lebih dari 500 Paus terbunuh di perairannya, kata WDC, menambahkan bahwa, meskipun permintaan daging paus turun, pejabat lokal justru “sangat mendorong” konsumsinya.

Pada Sabtu, satu petisi kepada pemerintah Norwegia dan Komisi Eropa diluncurkan, menuntut “untuk mengakhiri pembantaian Paus dan menutup pelabuhan untuk pengiriman daging paus Norwegia”. Hampir tiga juta orang telah mendukung inisiatif tersebut sejauh ini. (ATN)

Tags: Konservasi LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.