• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Permintaan Mulai Pulih, ICP Maret Naik ke USD63,50 per Barrel

by Redaksi Asiatoday
April 8, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Hentikan Pasokan Gas ke Singapura, ConocoPhillips Tunggu Kebijakan Baru

Blok Migas Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Maret 2021 naik 5,2% atau sebesar USD3,14 menjadi USD 63,50 per barel dibandingkan harga bulan Februari 2021 sebesar USD 60,36 per barel.

Kenaikan ini merupakan dampak dari optimisme pasar atas aktifitas ekonomi di seluruh dunia dan membaiknya permintaan minyak mentah yang didukung dengan pengaturan pasokan minyak mentah yang efektif. Faktor tersebut yang mengerek harga minyak mentah di pasar internasional selama bulan Maret 2021.

“Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2021 ditetapkan sebesar USD 63,50 per barel,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengutip Kepmen ESDM Nomor 64.K/MG.03/MEM.M/2021, di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Harga minyak mentah utama Indonesia jenis Sumatran Light Crude (SLC) bulan Maret 2021 juga naik menjadi USD 64,06 per barel, dari harga sebelumnya di bulan Februari USD 61,42 per barel.

Secara terpisah, Tim Harga Minyak Indonesia menyebut selain optimisme pasar dan membaiknya permintaan minyak mentah, kenaikan harga minyak di pasar internasional juga dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga Bulan April 2021 dan tingkat kepatuhan OPEC+ di bulan Februari 2021 mencapai 113%.

“Selain itu, disetujuinya Paket Stimulus AS sebesar USD 1,9 triliun yang diproyeksikan akan meningkatkan ekonomi AS dan ekonomi global pada umumnya,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Merujuk kepada publikasi International Energy Agency (IEA) bulan Maret 2021, disebutkan bahwa permintaan minyak mentah global di Tahun 2021 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 juta barel per hari.

Masih menurut IEA, pasokan minyak mentah global di bulan Februari 2021 turun sebesar 2 juta barel per hari akibat cuaca dingin yang ekstrim di AS dan Arab Saudi melakukan tambahan pemotongan produksi sebesar 1 juta barel per hari.

Kemudian OPEC pada bulan Maret 2021 juga merilis pernyataanya bahwa proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2021 naik sebesar 0,22 juta barel per hari dari 96,05 juta barel per hari menjadi sebesar 96,27 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Penyebab kenaikan lainnya adalah berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA) bulan Maret 2021, stok gasoline AS turun sebesar 13 juta barel menjadi 230,5 juta barel dibandingkan stok di bulan Februari 2021.

“Terakhir, jumlah rig di AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan November 2020,” jelas Tim Harga.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh throughput (tingkat pengolahan) kilang di China mencapai rekor tertinggi sebesar 14,3 juta barel per hari.

Berikut ini adalah perkembangan rata-rata harga minyak dunia di pasar internasional:

– Dated Brent naik sebesar USD 3,41 per barel dari USD 62,22 per barel menjadi USD 65,63 per barel.

– WTI (Nymex) naik sebesar USD 3,30 per barel dari USD 59,06 per barel menjadi USD 62,36 per barel.

– Basket OPEC naik sebesar USD 3,59 per barel dari USD 61,04 per barel menjadi USD 64,63 per barel.

– Brent (ICE) naik sebesar USD 3,42 per barel dari USD 62,28 per barel menjadi USD 65,70 per barel. (ATN)

Tags: Harga Minyak MentahICPMinyak Mentah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.