ASIATODAY.ID, BEIJING – Kapal induk Shandong milik China menggelar latihan tempur rutin tahunan di Laut China Selatan. Demikian keterangan Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) pada Minggu (2/5/2021).
Latihan digelar usai Beijing mengkritik Amerika Serikat (AS) atas pengiriman kapal Angkatan Laut AS ke perairan sengketa tersebut.
Pekan kemarin, Kementerian Pertahanan China mendesak AS tidak mengirim pasukan garis depan ke zona udara dan laut dekat China.
Menurut Kemenhan China, sejak Joe Biden menjadi presiden AS, pesawat pengintai dan kapal perang Washington terlihat lebih aktif di perairan dekat wilayah Negeri Tirai Bambu.
Laut China Selatan adalah perairan sengketa yang hampir semua wilayahnya diklaim sepihak oleh China. Padahal, sejumlah negara lain juga mengklaim sebagian perairan tersebut.
China telah membangun beberapa pulau buatan di Laut China Selatan, yang disebut AS sebagai langkah untuk memiliterisasi kawasan sengketa.
Dilansir dari laman Arab News, juru bicara Angkatan Laut China Gao Xiucheng menegaskan bahwa latihan militer di Laut China Selatan bersifat sah dan merupakan bagian dari melindungi kedaulatan nasional.
Tidak hanya itu, Gao juga menekankan bahwa latihan militer ini berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Kami berharap dunia luar dapat memandang latihan militer ini secara lebih objektif dan rasional. Di masa mendatang, Angkatan Laut China akan terus menggelar latihan serupa sesuai jadwal,” tutur Gao.
Shandong adalah kapal induk kedua China setelah Liaoning. China awalnya membeli sebuah badan kapal dari Ukraina, dan kemudian diubah sepenuhnya menjadi sebuah kapal induk bernama Liaoning. (ATN)
