• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNICEF: Hidup Ketakutan, Anak-anak Paling Menderita di Gaza

by Redaksi Asiatoday
May 17, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Serukan Dunia Internasional Akhiri Penderitaan Anak-anak di Palestina

Nasib Anak-anak di Palestina. Dok

ASIATODAY.ID, JENEWA – Agresi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina kian memperburuk kehidupan anak-anak di wilayah itu.

Menurut Organisasi Dana Darurat Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), saat ini tidak ada lagi tempat yang aman bagi anak-anak di Gaza.

Pernyataan itu dilontarkan UNICEF seraya mendesak semua pihak untuk mengakhiri kekerasan dalam konflik Israel- Hamas.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Juliette Touma, juru bicara senior UNICEF mengatakan bahwa anak-anak paling menderita di tengah gejolak baru-baru ini antara Israel dan Hamas.

“Ini situasi yang menakutkan. Hanya dalam lima hari terakhir kami telah melaporkan bahwa setidaknya 40 anak telah tewas di Jalur Gaza,” kata Juliette Touma, Kepala Komunikasi UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dikutip dari RT,  Senin (17/5/2021),

Touma menambahkan bahwa dua anak tewas di Israel selama periode yang sama. Touma meminta semua pihak untuk berhenti bertikai.

Juru bicara mencatat bahwa lebih dari 30 sekolah rusak di Gaza dan tiga di Israel. UNICEF bekerja di lapangan untuk mengirimkan persediaan medis di daerah kantong Arab Palestina, karena banyak penduduk setempat telah menemukan tempat berlindung di fasilitas pendidikan yang dikelola PBB.

“Saat ini, jika menyangkut Gaza – tidak ada tempat yang aman untuk anak-anak,” kata Touma, seraya menekankan bahwa anak di bawah umur perlu dilindungi setiap saat.

Konflik yang membara antara Israel dan Gaza meningkat secara dramatis pada hari Senin, setelah bentrokan antara Israel dan Palestina di Yerusalem. Kelompok militan Palestina Hamas mulai menembakkan tembakan roket ke kota-kota Israel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menanggapi dengan membom beberapa sasaran di Gaza.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas Palestina melampaui 180 pada hari Minggu, dengan setidaknya 52 korban adalah anak-anak. Di Israel, 10 orang tewas selama seminggu terakhir. (ATN)

Tags: PalestinaUnicefYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.