• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Hasil Laut Indonesia Tembus USD1,75 Miliar di 2021, Pasar AS dan China Teratas

by Redaksi Asiatoday
June 3, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saatnya Rempah Indonesia Berjaya di Pasar Asia, Eropa dan Amerika

Ekspor Indonesia melalui laut. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan kualitas produk kelautan dan perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan kenaikan sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya atau total USD6,05 miliar di tahun ini.

Selama caturwulan pertama 2021 ekspor komoditas kelautan dan perikanan menunjukkan kinerja positif. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), dibanding tahun lalu, peningkatan nilai ekspor produk kelautan dan perikanan mencapai 4,15 persen selama Januari-April 2021 (480 kode HS 8 digit).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Total nilai ekspor selama caturwulan I tahun ini sebesar USD1,75 miliar,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, Kamis (3/6/2021).

Kinerja positif ini pun turut berdampak pada neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan. Artati menyebut surplus neraca perdagangan kali ini mencapai USD1,59 miliar atau naik 3,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bahkan, pada April 2021, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan menyentuh angka USD488,61 juta atau lebih tinggi 11,6 persen dibanding April 2020.

“Sektor kelautan dan perikanan adalah harapan menjadi pengungkit perekonomian di masa pandemi Covid-19,” tutur Artati.

Artati menegaskan, peningkatan nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan ini menjadi momentum untuk pencapaian target ekspor produk kelautan dan perikanan tahun 2021 sebesar USD6,05 miliar. Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat permintaan seafood di pasar global yang kian meningkat.

“Pandemi Covid-19 selain menjadi tantangan juga memberikan kita peluang mengingat kenaikan permintaan seafood di pasar global di situasi seperti ini,” tegasnya.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud memaparkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan utama ekspor produk kelautan dan perikanan dari Indonesia. Hal ini terlihat dari kontribusi sebesar USD772,59 juta atau 44,23 persen terhadap total nilai ekspor caturwulan I 2021.

Disusul China dengan USD246,69 juta atau 14,12 persen dari total nilai ekspor dan Jepang sebesar USD190,70 juta atau 10,92 persen.

“Selanjutnya negara-negara ASEAN sebesar USD189,89 juta (10,87 persen), Uni Eropa USD83,64 juta (4,79 persen), dan Australia sebesar USD38,29 juta (2,19 persen),” terang Machmud.

Adapun dari sisi komoditas, udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan disusul tuna–cakalang–tongkol (TCT), cumi–sotong–gurita (CSG), rajungan–kepiting dan rumput laut. Machmud menambahkan, selama periode Januari – April 2021, nilai ekspor udang mencapai USD725,98 juta atau 41,56 persen terhadap total nilai ekspor, kemudian TCT sebesar USD228,55 juta (13,08 persen).

“CSG sebesar USD178,87 juta (10,24 persen), rajungan–kepiting sebesar USD150,86 juta (8,64 persen) dan rumput laut sebesar USD93,02 juta (5,33 persen),” pungkasnya. (ATN)

Tags: Ekspor Perikanan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.