• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekonomi Vietnam Mulai Recovery, Tumbuh 5,6 Persen di Semester I/2021

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Vietnam Mulai Recovery, Tumbuh 5,6 Persen di Semester I/2021 1

Kota Mong Chai, salah satu kota yang tumbuh pesat, terletak di perbatasan antara China dan Vietnam. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekonomi Vietnam secara perlahan mulai recovery.

Kantor Statistik Umum Vietnam mengatakan produk domestik bruto naik 6,61 persen pada kuartal kedua dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naik dari revisi 4,65 persen pada kuartal pertama. Estimasi median dalam survei Bloomberg terhadap enam ekonom menunjukkan angka 7,2 persen.

Adapun selama semester pertama 2021, ekonomi tumbuh 5,64 persen, di bawah perkiraan pemerintah sebesar 5,8 persen, yang sudah direvisi turun dari prospek Januari 6,22 persen. Pemerintah mengharapkan PDB tumbuh 6 persen hingga 6,5 persen untuk setahun penuh.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurut Kepala Kantor Statistik Umum, Nguyen Thi Huong, pertumbuhan meningkat karena peningkatan output industri didorong permintaan yang pulih di pasar global. Selain itu juga karena cuaca yang menguntungkan mendorong produktivitas pertanian. Peningkatan belanja pemerintah juga membantu mendorong ekspansi.

Vietnam berhasil membatasi infeksi selama bulan-bulan awal pandemi, tetapi wabah yang dimulai pada akhir April memaksa penutupan sementara kawasan industri yang menampung pusat manufaktur elektronik utama termasuk unit Foxconn Technology Group dan pemasok Samsung Electronics Co. dan Apple Inc.

“Setelah melewati lonjakan pertumbuhan tahun-ke-tahun karena basis perbandingan yang lemah, data PDB menunjukkan bahwa Vietnam menghadapi kerugian ekonomi yang berat dari upayanya untuk mengendalikan virus,” kata Gareth Leather, ekonom senior Asia di Capital Economics Ltd., sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Selasa (29/6/2021).

Dengan wabah sporadis yang terus berlanjut, ekonomi Vietnam kemungkinan akan lebih menderita pada bulan-bulan mendatang.

Bank Negara Vietnam pekan lalu mengatakan akan mempertahankan suku bunga kebijakan stabil pada paruh kedua tahun ini dan mengejar kebijakan moneter dan mata uang yang fleksibel, karena tetap waspada terhadap kenaikan inflasi. Regulator moneter berusaha menopang ekonomi di tengah wabah virus corona terburuk di Vietnam dan peluncuran vaksin yang lambat.

Harga konsumen naik 2,41 persen pada Juni dari tahun sebelumnya. Pemerintah bertujuan untuk membatasi inflasi rata-rata sebesar 4 persen tahun ini.

“Meningkatnya inflasi mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut, dalam pandangan kami. Kami juga tidak mengharapkan kenaikan suku bunga, meskipun pertumbuhan ekonomi dan kredit membaik,” kata ekonom Standard Chartered Plc Tim Leelahaphan dalam sebuah catatan penelitian.

Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga secara bertahap dapat muncul jika inflasi dan pertumbuhan berakselerasi lebih cepat dari yang diharapkan. (ATN)

Tags: Pertumbuhan AsiaVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.