• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kemitraan Lion Air Group dan Sabre, Optimalkan Teknologi untuk Genjot Pendapatan

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kemitraan Lion Air Group dan Sabre, Optimalkan Teknologi untuk Genjot Pendapatan

Maskapai Lion Air. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sabre Corporation (NASDAQ: SABR), penyedia perangkat lunak dan teknologi terkemuka yang menggerakkan industri perjalanan global, hari ini mengumumkan perpanjangan dan peningkatan perjanjian dengan Lion Air Group,  Indonesia, untuk memungkinkan maskapai penerbangannya memanfaatkan setiap kursi dengan meningkatkan kemampuan memperoleh pendapatan tambahan, dan untuk meningkatkan kinerjanya dengan menggunakan teknologi baru.

Lion Air Group dan Sabre memiliki hubungan yang bernilai tinggi dan telah berlangsung lama, dengan maskapai yang telah menggunakan sistem  Penjualan dan Layanan Pelanggan (Customer Sales and Service, CSS) SabreSonic dari Sabre serta seperangk solusi pengelolaan kru, operasi dan penjadwalan untuk mengoptimalkan fungsi harian, mengurangi biaya dan perencanaan  secara strategis di seluruh grup Lion Air, yang juga mencakup Batik Air Indonesia, Wings, Malindo Air dan Thai Lion Air. Grup ini juga menyalurkan inventarisnya secara global melalui platform GDS dari Sabre.

Grup maskapai yang berkantor pusat di Jakarta ini, yang merupakan pemimpin pasar di Indonesia, dan terbang ke berbagai tujuan di Asia Pasifik, menambah perangkat teknologinya dengan seperangkat solusi optimalisasi pendapatan tambahan dari Sabre.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Solusi pengoptimalan pendapatan tambahan yang meningkat akan memberikan kemampuan untuk membuat dan memasarkan penawaran tambahan di semua saluran dengan mudah dari awal sampai akhir, termasuk harga kursi yang berbeda, dan memfasilitasi pembayaran dan pengiriman layanan tambahan di seluruh grup maskapai ini. Ini akan memberikan peluang yang penting untuk meningkatkan pendapatan dengan  penjualan layanan tambahan melalui operator mitra, serta memungkinkan Lion Air Group untuk menjual perlengkapan tambahan saat check-in.

Grup ini juga akan dapat membuat cakupan tambahan, angka penjualan dan titik harga yang unik untuk masing-masing mereknya. Teknologi Sabre juga akan memberikan kemampuan Belanja Tingkat Lanjut, untuk mendapatkan hasil belanja yang lebih tepat, dan mengaktifkan fitur swalayan yang melengkapi kemampuan Pertukaran dan Pengembalian Otomatis, serta otomatisasi yang diperlukan untuk menampung kembali penerbangan tambahan ke penerbangan baru setelah ada gangguan.

Lion Air Group juga akan menggunakan Sabre Digital Workspace  untuk memungkinkan pemrosesan permintaan penumpang yang lebih cepat dalam perjalanan, termasuk menggunakan  versi tabletnya untuk menyediakan layanan pelanggan pribadi yang jauh dari tempat check-in tradisional, ruang tunggu keberangkatan, atau tempat kerja.

Digital Workspace dapat mengurangi durasi pelatihan pengguna, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi kesalahan pengguna. Selain itu, Lion Air Grup akan menggunakan  Sabre Digital Connect, yaitu suatu Hub API yang berkemampuan memberikan layanan mikro yang luas, untuk memperkuat kemampuan perdagangan elektronik.

Terakhir, serangkaian alat pengelolaan integritas pendapatan untuk mendorong pendapatan tambahan dengan mendeteksi dan mengoptimalkan pemesanan yang kurang menguntungkan dalam  waktu yang sebenarnya untuk meningkatkan faktor muatan setiap pesawat.

“Kami dengan senang hati menegaskan dan memperkuat hubungan kami yang telah terjalin lama dengan Lion Air Group dalam sebuah perjanjian yang merupakan bukti kepercayaan grup pada Sabre untuk memberikan solusi canggih yang diperlukan untuk memungkinkan maskapai penerbangan ini menangkap pemulihan pasar, untuk memperkuat posisinya yang terdepan di pasar Indonesia dan mendorong pertumbuhan global di masa depan,” kata Rakesh Narayanan, Vice President, Regional General Manager, Asia Pacific, Travel Solutions Airline Sales melalui keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).

“Sekarang, lebih dari sebelumnya, adalah sangat penting untuk memiliki teknologi yang tepat untuk memungkinkan strategi layanan tambahan yang diterapkan dengan baik untuk memanfaatkan sebaik-baiknya setiap kursi, sambil memastikan bahwa kebutuhan dan keinginan yang berubah dari setiap pelaku perjalanan dapat dipenuhi.”

“Lion Air Group adalah salah satu dari entitas terbesar di pasar penerbangan global dengan ekspansi pesat yang nyata, terutama selama dua dekade terakhir,” kata Datuk Chandran Rama Muthy, Group Strategy Director, Lion Air Group.

“Grup Maskapai kami meliputi model   LCC, FSC, dan Hybrid, sehingga sangat penting bagi kami untuk memiliki mitra teknologi yang tepat, yang mampu memberikan solusi yang kuat di semua segmen dari maskapai kami. Dengan terjalinnya hubungan Lion Air Group dengan Sabre selama 21 tahun dan penanda-tanganan perjanjian baru dengan Sabre ini berarti kami dapat terus mengoptimalkan operasi sehari-hari kami dan mendistribusikan konten secara global melalui GDS dari Sabre, sementara secara bersamaan dapat berfokus pada modernisasi kemampuan memperoleh  pendapatan tambahan karena kami berharap dapat memainkan peran kunci dalam pemulihan perjalanan di pasar kami,” imbuhnya. (AT Network)

Tags: Industri PenerbanganLion GroupSabre Corporation
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.