• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Ekspor Produk Sawit 22,8 Ribu Ton ke China dan Jepang

by Redaksi Asiatoday
August 25, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indef : Uni Eropa Berlebihan Terapkan Standar CPO Indonesia

Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas ekspor sebanyak 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat senilai Rp212,8 miliar.

Produk turunan sawit masing-masing minyak sawit berupa RBD sebanyak 4 ribu ton, CPO sebanyak 7,8 ribu ton dengan tujuan China serta produk samping berupa cangkang sebanyak 11 ribu ton ke Jepang.

“Untuk urusan ekspor, sesuai instruksi Menteri Pertanian harus diberikan ‘karpet merah’. Kami pastikan layanan cepat, tepat dan sesuai persyaratan teknis negara tujuan,” terang Kepala Barantan, Ali Jamil melalui keterangannya, Sabtu (25/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Untuk menjamin reputasi produk, Barantan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan ke negara mitra dagang.

Perlakuan pemeriksaan karantina dilaksanakan sesuai dengan standar internasional dan persyaratan tiap negara tujuan.

“Penguatan sistem perkarantinaan tidak hanya untuk menjaga kelestarian SDA hayati tapi sekaligus juga untuk mendorong kinerja ekspor pertanian,” katanya.

Jamil menyatakan penerapan sertifikasi online atau e-Cert telah dilakukan Barantan untuk menjamin diterimanya produk pertanian di negara tujuan ekspor.

Pertukaran data tersebut, lanjutnya, memungkinkan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dilakukan sebelum produk sampai. Sehingga jika ada ketidaksesuaian dapat segera diantisipasi perlakuan karantinanya.

“Saat ini baru ada 4 negara, Australia, Selandia Baru, Belanda dan Vietnam. Kedepan akan terus kami jajaki kerjasama ini. Pak Mentan menginstruksikan kalau bisa kedepan semua negara,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Padang Eka Darnida Yanto menyebutkan selain produk turunan sawit pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar dengan total nilai ekonomi mencapai Rp212,8 miliar.

Komoditas yang diekspor tersebut terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi sebanyak 18 ton, kayu manis sebanyak 95 ton dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton dan air kelapa sebanyak 71,2 ton.

Adapun negara tujuan ekspor antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Cina, Bangladesh dan Jerman.

Eka menyatakan ekspor cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan sebesar 28 persen

Total ekspor di tahun 2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit mencapai 344,4 ribu ton.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Chandra dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang.

Dia berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga peningkatan kemampuan SDM disamping penjaminan produk di pasar ekspor.

“Dengan keunggulan sebagai biomassa dan harga yang lebih murah dibanding sumber energi asal fosil, Kadistan yakin bahwa cangkang sawit sebagai energi hijau bakal menjadi kebutuhan dunia,” katanya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor CPOEkspor IndonesiaEkspor Pertanian
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.