• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Diproyeksi Kuasai Unicorn di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
August 6, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Setelah 42 Tahun, Pasar Modal Indonesia Tumbuh 2.600 Kali

Bursa Efek Indonesia (BEI). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia diproyeksi jadi negara penghasil perusahaan teknologi (startup) berstatus unicorn terbanyak di Asia Tenggara (ASEAN).

Pasalnya, dari 12 perusahaan berstatus unicorn di ASEAN saat ini, setengahnya berasal dari Indonesia. Hal itu menjadi barometer bahwa Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di ASEAN.

“Indonesia juga memiliki potensi besar menghasilkan unicorn baru, yang terdapat 27 perusahaan startup dengan status centaur,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, Jumat (6/8/2021).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Dengan proyeksi tersebut, dia berharap perusahaan-perusahaan tersebut bisa mengikuti langkah Bukalapak, perusahaan unicorn pertama yang mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Menurut inarno, bursa sangat terbuka untuk menjadi rumah atau wadah bagi para unicorn centaur dan perusahaan teknologi lainnya untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

“Dengan adanya IPO Bukalapak, kami berharap dapat memberikan inspirasi bagi para pemilik dan manajemen perusahaan termasuk unicorn centaur  dan tech startup lainnya untuk memberikan karya terbaik bagi negeri ini,” imbuhnya.

Perusahaan unicorn adalah sebutan yang digunakan bagi perusahaan besar dengan nilai valuasi yang mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp140 triliun.

Selain Bukalapak, perusahaan teknologi lainnya yang dikabarkan akan masuk ke bursa saham adalah GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia. (ATN)

Tags: Asia DigitalBukalapakStartup IndonesiaUnicorn
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.