• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Pacu Industri Kehutanan Bantu Perekonomian Nasional

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pacu Industri Kehutanan Bantu Perekonomian Nasional

Produksi kayu bulat. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut sektor kehutanan di Indonesia berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional saat pandemi Covid-19.

Sejumlah produk kehutanan pada tahun ini tumbuh positif dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto mengatakan bahwa kinerja subsektor kehutanan pada kuartal pertama dan kedua 2021 mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Peningkatan tersebut meliputi produksi kayu bulat, produksi kayu olahan, produksi HHBK dan nilai ekspor produk kehutanan.

Produksi kayu bulat baik dari hutan alam (HA) maupun hutan tanaman (HT) pada kuartal II/2020 sebanyak 11,56 juta meter kubik, naik menjadi 12,8 juta meter kubik pada kuartal II/2021.

“Artinya meningkat 10,74 persen, sedangkan produksi kayu olahan kuartal I/2021 mengalami peningkatan 5,94 persen dibandingkan dengan 2020, dan pada kuartal kedua relatif sama dengan tahun lalu,” jelas dia dalam keterangan resmi, Senin (9/8/2021).

Agus menuturkan, nilai ekspor produk kehutanan secara akumulatif meningkat 70,33 persen, di mana pada kuartal II/2020 senilai USD2,59 juta, menjadi USD4,41 juta pada kuartal II/2021. Di sisi lain, produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada kuartal II/2020 yaitu 130.000 ton, dan kuartal II/2021 yaitu 192.000 ton, atau meningkat 47,60 persen.

Untuk percepatan peningkatan pertumbuhan subsektor kehutanan, pemerintah menerbitkan beberapa kebijakan, antara lain relaksasi kebijakan fiskal, percepatan implementasi UUCK dan turunannya, serta fasilitasi pembiayaan sertifikasi legalitas kayu untuk UMKM industri hasil hutan dan hutan rakyat.

Selain itu, pemerintah juga melakukan promosi perdagangan dan kerjasama dengan mitra dagang, serta menerapkan pelayanan berbasis digital kepada pelaku usaha.

Berbagai kebijakan tersebut berkontribusi positif terhadap pertumbuhan subsektor kehutanan.

“Kebijakan-kebijakan tersebut kami yakini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan subsektor kehutanan pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal I/2021 dan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Menurut Agus, agar kinerja subsektor kehutanan dapat terus meningkat, KLHK akan memperkuat strategi melalui sejumlah langkah.

Pertama, melanjutkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional, dengan menjaga produktifitas dan keberlangsungan usaha, antara lain melalui penguatan insentif kebijakan fiskal.

Kedua, percepatan Implementasi UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja dan turunannya.

Ketiga, meningkatkan peran dan akses masyarakat terhadap sumber daya hutan berbasis agroforestry dalam rangka peningkatan produktivitas hutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Perhutanan Sosial, antara lain Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan kemitraan, untuk mendukung industri pengolahan hasil hutan dan industri lainnya.

“Keempat, meningkatkan pelayanan pemanfaatan hutan berbasis digital yang terintegrasi mulai dari perencanaan, produksi, pembayaran PNBP, peredaran, pemasaran hingga ekspor melalui penguatan Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (SI-PHPL),” tandasnya. (ATN)

Tags: HutanIndustri KehutananSVLK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.