• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Siap Bergabung di Trans Pacific Partnership

by Redaksi Asiatoday
September 17, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Siap Bergabung di Trans Pacific Partnership 1

Negara anggota Trans Pacific Partnership (TPP). Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Sehari pasca mengajukan tawaran untuk bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP), China mulai mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung pendaftarannya di kesepakatan perdagangan bebas itu pada Jumat (17/9/2021).

Namun untuk bergabung dengan TPP, China membutuhkan persetujuan penuh dari 11 negara anggota. Australia bisa menjadi penghambat jalan China karena hubungan keduanya sedang tidak baik.

Selain Australia, anggota TPP lainnya adalah Jepang, Kanada, Brunei, Chili, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Sebagaimana dilaporkan Kyodo, Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Menteri Perdagangan dan Ekspor Selandia Baru Damien O’Connor telah melakukan pembicaraan untuk membahas prosedur yang diperlukan pada Kamis (16/9/2021).

Pada awalnya, TPP dipromosikan oleh Amerika Serikat (AS) untuk melawan pengaruh ekonomi China yang berkembang. Tawaran China untuk bergabung datang ketika Pemerintahan Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk kembali ke TPP setelah menarik diri pada Januari 2017.

Bergabungnya China ke TPP bisa membantu mengerek PDB negara anggotanya menjadi sekitar 30% dari PDB global. Saat ini, PDB anggota TPP total hanya sekitar 10%.

China menjadi negara kedua tahun ini yang mengajukan diri untuk bergabung dengan TPP setelah Inggris dan Taiwan.

Presiden China Xi Jinping pertama kali menyampaikan minatnya untuk bergabung dengan TPP saat menghadiri pertemuan puncak forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik pada November tahun lalu.

Jepang yang menjadi negara dengan ekonomi terkuat di TPP sebelumnya mengatakan, China perlu mematuhi aturan dengan standar tinggi untuk memasuki negosiasi menuju keanggotan TPP.

China dianggap masih tertinggal dalam meliberalisasi akses pasar. Di sisi lain, China juga menghadapi hambatan lain, seperti reformasi perlakuan istimewa bagi perusahaan milik negara dan subsidi negara untuk memenuhi standar yang dibagikan di antara anggota TPP. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia PasifikTrans Pacific Partnership
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.