• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Energi, India Desak Perusahaan Tambang Genjot Produksi Batubara

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Energi, India Desak Perusahaan Tambang Genjot Produksi Batubara

Aktivitas penambangan dan pengangkutan batubara yang dilakukan Coal India Ltd.,. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis energi listrik yang melanda India membuat pemerintah di negeri itu meningkatkan produksi batubara.

Perusahaan tambang milik pemerintah Coal India Ltd., didesak untuk meningkatkan produksinya agar India dapat menghindari impor batubara.

“Kami dapat menekan perusahaan untuk melakukan pengiriman lebih (over-deliver),” kata Sekretaris Batu Bara Federal, Anil Kumar Jain seperti dikutip Bloomberg pada Selasa (6/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Perusahaan Coal India telah mengucurkan investasi untuk memperbesar produksi dan meningkatkan transportasi setelah adanya kenaikan proyeksi permintaan dalam negeri terhadap bahan bakar dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu diikuti dengan penurunan impor batubara menjadi 215 juta ton selama setahun yang berakhir pada Maret, turun hampir 14 persen dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya.

Impor menyumbang hampir seperempat dari total permintaan. Selain risiko jangka pendek dari krisis listrik, India berupaya untuk menyetop impor batubara termal pada 2024, menurut Jain.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan. Saat perusahaan memperluas produksinya, Coal India sempat mengalami pembengkakan suplai dan penurunan laba lantaran pembangkit listrik membatasi pembelian akibat lemahnya permintaan.

Saat ini, India tengah menghadapi kelangkaan batubara yang diperkirakan akan terus berlanjut dalam 5-6 bulan ke depan. Hal ini diperparah dengan adanya banjir parah di lokasi tambang batubara. Biaya impor juga meningkat. Akibatnya, muncul kekhawatiran krisis listrik seperti yang terjadi di China dan Eropa.

“Kami akan melihat dorongan baru pada produksi batubara domestik mulai sekarang. Krisis ini akan memperkuat gagasan kemandirian pada batubara,” kata Rupesh Sankhe, Wakil Presiden Elara Capital India Pvt. di Mumbai.

Persediaan batubara pembangkit listrik di India anjlok rata-rata selama 4 hari pada Senin, turun dari 13 hari pada awal Agustus, berdasarkan data pemerintah. Hampir 45 persen dari 202 gigawatt armada pembangkit listrik tenaga batubara negara itu hanya memiliki persediaan tiga hari atau kurang, menurut Kementerian Tenaga Listrik. (ATN)

Tags: Asia EnergyBatubaraCoal IndiaIndiaKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.