• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Transaksi LCS Indonesia dan Jepang Tembus USD109,4 Juta per Bulan

by Redaksi Asiatoday
November 11, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapan Indonesia Terbebas dari Jerat Utang Asing?

Bank Indonesia. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan signfikan dalam penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Jepang.

Di awal tahun 2020, nilai transaksi LCS per bulannya baru mencapai USD9,8 juta, kemudian meningkat hingga 10 kali lipat pada tahun 2021 sampai dengan September, menjadi setara USD109,4 juta per bulannya.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, percepatan implementasi LCS dengan mitra dagang utama dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di sektor ekpor-impor dan investasi.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Jepang tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-2 bagi Indonesia dari sisi ekspor dan ke-3 dari sisi negara impor. Dengan adanya kerja sama LCS antara Jepang dan Indonesia, volume dan nilai perdagangan hingga investasi kedua negara diharapkan dapat terus meningkat.

“Hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dan Jepang terus mengalami peningkatan. Ini kita bisa optimalkan melalui LCS Indonesia dengan Jepang,” kata Destry pada acara Webinar Local Currency Settlement (LCS) Indonesia-Jepang dengan tema “Merajut Asa Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Local Currency Settlement”, pada Rabu (10/11/2021).

Saat ini, kerja sama LCS telah terjalin dengan 4 negara mitra dagang terbesar di Indonesia yakni Thailand, Malaysia, Jepang, dan China. Keempat negara tersebut dipilih karena nilai transaksi perdagangan dan investasi langsung yang tinggi.

Penyelesaian transaksi ekspor rata-rata pada tahun 2015 hingga 2020 sebesar 94 persen untuk ekspor dan 83 persen untuk impor menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Ke depan, ketergantungan terhadap satu mata uang bisa dikurangi melalui penerapan LCS.

“Kita coba untuk tidak ketergantungan terhadap satu mata uang tertentu. Kita coba diversifikasi agar risikonya menjadi managable,” tambahnya.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengapresiasi peran BI dalam hal suplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2021, yang mencatat sebesar USD4,37 miliar. Pasalnya, penerapan LCS sangat membantu pertumbuhan kinerja ekspor di tengah pandemi, termasuk kinerja perdagangan ke Jepang.

“Ini hal positif untuk bersama-bersama untuk meningkatkan neraca perdagangan. Karena Sektor perdagangan terkait sektor keuangan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat menambahkan, LCS merupakan bagian dari Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025.

LCS menjadi program kerja dari 3 inisatif utama BPPU 2025, khususnya pada insitiatif peningkatan transmisi kebijakan moneter.

Secara teknis, transaksi LCS seperti Indonesia dan Jepang, difasilitasi oleh mitra Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) yang ditunjuk oleh bank sentral kedua negara. Bank yang ditunjuk ini membantu proses penyelesaikan transaksi perdagangan hingga investasi dengan mata uang lokal. Nantinya transaksi bisa langsung menggunakan Rupiah dan Yuan tanpa perlu dikonvesi ke mata uang dolar.

“Melalui Bank ACCD, transaksi didorong direct, tidak menggunakan cross currency rate,” jelas Donny.

Donny menambahkan, pihaknya membuka peluang bagi bank di Indonesia untuk bergabung ke dalam Bank ACCD yang mendukung penerapan LCS. Karena itu, BI mendorong agar transaksi LCS juga menjadi lebih efisien dengan adanya benchmark pricing.

Turut hadir juga pada kesempatan Webinar, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Iskandar Simorangkir, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi, Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, dan Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaKerjasama Indonesia-JepangLocal Currency Settlement
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.