• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Listrik di Eropa dan Asia, Harga ICP Melesat hingga USD81,81 per Barel

by Redaksi Asiatoday
November 12, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Global Mulai Pulih, ICP Mei Naik ke USD65,49 per Barel

Kawasan industri minyak dan gas (Migas). Dok SKK Migas

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mengalami kenaikan hingga USD9,60 per barel menjadi USD81,81 per barel pada Oktober 2021.

Penetapan harga rata-rata ICP Oktober ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 217.K/HK.02/MEM.M/2021 pada 8 November 2021. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian ESDM, mengutip executive summary (Exsum) tim harga minyak mentah Indonesia.

ICP SLC juga mengalami kenaikan sebesar USD9,27 per barel dari USD72,25 per barel menjadi USD81,52 per barel. Peningkatan ini diikuti oleh kenaikan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ini antara lain krisis pasokan gas dan peningkatan harga batubara berujung pada timbulnya krisis listrik di Eropa dan Asia. Kondisi ini ditopang oleh kondisi periode musim dingin yang diperkirakan lebih dingin dari sebelumnya. Walhasil, terjadi peningkatan permintaan minyak mentah sebagai bahan bakar pengganti.

Faktor lainnya adalah, kesepakatan OPEC+ untuk tidak menambah peningkatan produksi dan hanya akan melanjutkan rencana kenaikan produksi 400 ribu barrels oil per day (BOPD) per bulan meskipun terdapat peningkatan permintaan minyak mentah.

OPEC melalui laporan bulan Oktober 2021 menyampaikan bahwa peningkatan proyeksi permintaan minyak mentah global pada triwulan IV/2021 sebesar 0,12 juta BOPD menjadi 99,82 juta BOPD dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Selain itu, penurunan proyeksi produksi minyak mentah negara Non OPEC pada triwulan IV/2021 tercatat sebesar 3,2 juta BOPD menjadi 65,24 juta BOPD dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

“Penurunan stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, titik serah WTI (Nymex), sebesar 3,9 juta barel menjadi 27,33 juta barel, lebih rendah 47% dibandingkan rata-rata stok minyak mentah dalam 5 tahun terakhir,” demikian keterangan resmi tersebut dikutip Jumat (12/11/2021).

Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA) terjadi penurunan stok gasoline dan distillate di Amerika Serikat dibandingkan akhir bulan sebelumnya di mana stok gasoline turun sebesar 6,1 juta barel menjadi 215,7 juta barel. Sedangkan stok distillate turun sebesar 4,7 juta barel menjadi 125,0 juta barel.

Peningkatan harga minyak juga dipengaruhi oleh pemulihan kondisi ekonomi dan pertumbuhan industri yang sebelumnya terdampak Covid-19 meningkatkan permintaan akan energi terutama minyak mentah.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh musim dingin yang datang lebih awal di China meningkatkan permintaan batu bara, gas dan minyak mentah lebih cepat dari perkiraan.

Penyebab lainnya adalah bangkitnya impor minyak mentah di Asia pada Oktober. India diperkirakan meningkat porsi impor sebesar 310 ribu barel menjadi 4,19 juta BOPD dibandingkan bulan September 2021. Jepang diperkirakan meningkatkan permintaan sebesar 3,01 juta barel, tertinggi di tahun ini, sebagai cadangan untuk pemenuhan kebutuhan musim dingin. Serta Korea Selatan diperkirakan memperbesar porsi impor sebesar 2,99 juta BOPD, juga untuk memastikan kebutuhan di musim dingin serta membaiknya perekonomian pasca Covid-19.

Berikut harga minyak dunia selama Oktober 2021;

  1. Dated Brent naik sebesar USD9,08 per barel dari USD74,58 per barel menjadi USD83,66 per barel.
  2. WTI (Nymex) naik sebesar USD9 68 per barel dari USD71,54 per barel menjadi USD81,22 per barel.
  3. Basket OPEC naik sebesar USD8,19 per barel dari USD73,88 per barel menjadi USD82,07 per barel.
  4. Brent (ICE) naik sebesar USD8,87 per barel dari USD74,88 per barel menjadi USD83,75 per barel. (ATN)
Tags: Energy Information AdministrationHarga Minyak MentahIndonesian Crude PriceKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.