• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Mulai Gagas Energi Nuklir, Dukung Net Zero Emission

by Redaksi Asiatoday
November 16, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Transisi Energi, Indonesia Mulai Gunakan Pembangkit Nuklir di 2045

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dok IAEA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mulai menggagas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk  mendukung target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa dalam skenario umum transisi energi di Indonesia, saat ini sebesar 75% emisi yang dihasilkan berasal dari penggunaan energi fosil.

“Skenario transisi energi menuju NZE ke depan bertumpu pada pembangkitan listrik energi terbarukan yang akan membawa perubahan besar dalam ketenagalistrikan, dan listrik akan menjadi pusat transisi tersebut,” ujarnya dalam Prof Talk bertajuk ‘Siapkah Energi Nuklir Mendukung Net Zero Emission di Indonesia”, dikutip siaran pers, Selasa (16/11/2021).

RelatedPosts

World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

Sementara itu Djarot S. Wisnubroto, Profesor Riset sekaligus Peneliti Ahli Utama pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN mengungkapkan, selama lebih dari dua dekade, topik energi nuklir tidak masuk dalam agenda konferensi perubahan iklim yang dikoordinasikan oleh PBB. Namun, pada KTT COP26 yang berlangsung di Glasgow, energi nuklir mulai menjadi perhatian.

“Dengan karakteristik yang hampir bebas karbon, dan mampu menghasilkan daya besar terus menerus maka PLTN merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global. Memang momok Chernobyl dan Fukushima masih ada. Tetapi ketika krisis iklim semakin dalam dan kebutuhan untuk beralih dari bahan bakar fosil menjadi mendesak, sikap banyak negara mulai berubah,” terangnya.

“Di sisi lain, untuk menuju NZE Indonesia 2060, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa disamping mentargetkan untuk secara bertahap menghentikan operasi pembangkit listrik yang sumber energinya dari batu bara, juga memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Bahkan Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa opsi penggunaan nuklir direncanakan akan dimulai di 2045 dengan kapasitas hingga mencapai 35 Giga Watt (GW) di 2060. Apakah para periset nuklir BRIN siap mengantisipasi peta jalan NEZ ini? Apa kesiapan yang selama ini sudah dilakukan?” tutur Djarot.

Sementara itu, Deendarlianto, Profesor yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, Pusat Studi Energi Teknologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta telah meneliti bahwa energi nuklir mampu memenuhi kebutuhan energi secara masif dan sesuai untuk peningkatan kemampuan industrialisasi Indonesia di masa depan.

Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersifat masif dan berkesinambungan, maka tidak ada pilihan lain untuk menggantikan peran penggunaan sumber daya energi konvensional kecuali penggunaan energi nuklir.

Lebih lanjut dalam penjelasannya disebutkan teknologi reaktor nuklir telah mencapai pencapaian teknologi yang lebih unggul dibanding dengan teknologi pembangkit lainnya.

Tiga keunggulan teknologi energi nuklir; 1) Tidak menghasilkan limbah yang dilepaskan ke lingkungan. Semua limbah terkait dengan pengunaan material nuklir dikelola dengan sistem pengelolaan limbah nuklir yang pada akhirnya disimpan, diimobilisasi dan dikungkung; 2) mengaplikasikan sistem keselamatan komprehensif (defense in depth atau sistem pertahanan berlapis) yang terdiri dari keselamatan melekat (inherent safety), redundansi, interlock, reliability, hambatan ganda (multiple barrier), dan prosedur operasi terstandarisasi. (ATN)

Tags: BRINEnergi NuklirGreen EnergyNet ZeroNuklir Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.