• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Luhut Soroti Lemahnya Sinergi Penanganan Pencemaran Sungai Citarum

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Indonesia Bangun Pusat Daur Ulang Sampah di Citarum

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat. ist

ASIATODAY.ID, BANDUNG – Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti penanganan pencemaran Sungai Citarum yang belum terintegrasi. Hal itu diungkapkan saat Luhut melakukan kunjungan ke beberapa sektor di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisanti wilayah Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019).

Kunjungan kerja Menko Luhut untuk memeriksa secara langsung perkembangan penanganan pencemaran Sungai Citarum setelah 16 bulan ditangani secara terintegrasi.

“Pembibitan dan sinergi antar lembaganya masih kurang, misalnya antara KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dengan Satgas (Satuan Tugas) Citarum,” ujar Menko Luhut saat mengawali kunjungannya ke kawasan penyemaian bibit di Sektor 1 wilayah Tarumajaya, Kertasari Bandung, dikutip dari siaran pers, Kamis (29/8/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menko Luhut mencontohkan, pemanfaatan anggaran KLHK sebesar Rp 87 miliar untuk reboisasi di kawasan hulu Sungai Citarum.

“Ada dana reboisasi oleh KLHK 87 miliar, kita pengin bisa maksimal. Pak Doni (Kepala BNPB) bilang untuk menanam 4400 hektar bisa kita bikin lebih dari itu dengan bibit yang lebih bagus,” tutur Menko Luhut.

Ego sektoral menurutnya masih kental dalam penanganan reboisasi di wilayah hulu padahal telah ada Perpres Nomor 15/2018 tentang percepatan penanganan pencemaran DAS Citarum yang semestinya bisa jadi rujukan.

“Tingkat keberhasilan (penanganan Citarum) antara 60-70%, kalau kita kerjakan ini terus-menerus secara bersama-sama, tambah Menko Luhut.

Luhut Soroti Lemahnya Sinergi Penanganan Pencemaran Sungai Citarum 1
Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau DAS Citarum. Ist

Terkait fakta ini, Menko Luhut berencana segera menggelar rakor (rapat koordinasi) pekan depan. “Hari Senin (29/8) kita mau rapat lagi untuk sinergikan, mapping mana yang mau dikerjakan bersama tahun depan,” bebernya.

Setelah mengunjungi kawasan pembibitan di Tarumajaya, Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah secara bertahap akan mengurangi tanaman seperti kentang karena tanaman tersebut bila ditanam di lahan yang miring maka lama kelamaan tanahnya akan longsor dan jadi tidak subur.

“Kita akan ganti tanaman yang bisa dikonsumsi itu dengan tanaman-tanaman keras yang menghasilkan seperti pohon Macademia, damar, dan pohon penghasil sere wangi,” sarannya.

Usai mengunjungi kawasan pembibitan yang letaknya dekat dengan Situ Cisanti itu, Menko Luhut yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin, Kepala BNPB Doni Munardo, Bupati Bandung Dadang M. Naser dan pejabat Pemerintah Provinsi Bandung melanjutkan kunjungan ke Curug Jompong, terowongan Nanjung, Oxbow Bojong Soang di sektor 6 dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal Cisirung di Kecamatan Dayeuhkolot.

Hasil kunjungan lapangan itu , menurut Menko Luhut, akan segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Saya akan lapor presiden bahwa ini (penanganan Citarum) sudah bisa jadi model di tempat yang lain karena sudah berjalan sesuai rencana,” bebernya.

Lebih jauh, Menko Luhut menambahkan bahwa tugas besar pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sungai.

Bertahun-tahun, warga di Kabupaten Bandung seringkali tertimpa musibah banjir. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui Kementerian PUPR membangun terowongan Nanjung Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Terowongan sudah ada studinya, bisa kurangi 20% kemungkinan banjir dan progress tunnel sudah mencapai 53%, November sudah bisa dioperasikan,” tandas Luhut. (AT Network)

Tags: DAS CitarumForum Das CitarumKemenko MaritimKemenlhkLuhutLuhut Binsar Pandjaitan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.