• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tragis, Puluhan Orang Tewas Dibakar di Negara Bagian Kayah Myanmar

by Redaksi Asiatoday
December 26, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Dituduh Berada Dibalik Kudeta Militer di Myanmar

Negeri Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, YANGON – Krisis di Myanmar makin mengkhawatirkan.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan lebih dari 30 orang tewas dan tubuh mereka dibakar di negara bagian Kayah yang dilanda konflik Myanmar.

Laporan CNA, Sabtu (25/12/2021), kelompok HAM Karenni menemukan mayat orang-orang terlantar yang terbakar, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak. Mereka dibunuh oleh militer yang memerintah Myanmar, dekat desa Mo So di Kota Hpruso.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Kami sangat mengecam pembunuhan tidak manusiawi dan brutal yang melanggar ham,” kata kelompok itu dalam sebuah unggahan di Facebook.

Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni, salah satu dari beberapa milisi sipil terbesar yang menentang junta yang memimpin kudeta 1 Februari 2021, mengatakan bahwa yang tewas bukan anggota mereka tetapi warga sipil yang mencari perlindungan dari konflik.

“Kami sangat terkejut melihat semua mayat dengan ukuran berbeda, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua,” kata seorang komandan dari kelompok itu.

Seorang warga yang meminta untuk tak disebutkan namanya mengatakan bahwa ia mengetahui kebakaran pada Jumat (24/12) malam. Namun, tak bisa pergi ke tempat kejadian karena ada penembakan.

“Saya pergi melihat pagi ini. Saya melihat mayat yang telah dibakar, pakaian anak-anak, dan perempuan berserakan,” katanya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih pemenang hadiah nobel Aung San Suu Kyi hampir 11 bulan lalu.

Sebagian besar warga sipil marah dengan kudeta dan tindakan keras tersebut. Banyak kekuatan perlawanan lokal bermunculan di seluruh kawasan Myanmar. (ATN)

Tags: Human RightsKrisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.