• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden Kazakhstan Perintahkan Tembak Mati Perusuh

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Kazakhstan Perintahkan Tembak Mati Perusuh

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Dok

ASIATODAY.ID, ALMATY – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengeluarkan perintah tembak mati para perusuh yang disebutnya sebagai bandit dan teroris.

Presiden menegaskan, mereka yang tidak menyerah akan “dimusnahkan”.

“Ada 20.000 “bandit” telah menyerang kota terbesar, Almaty, dan telah menghancurkan fasilitas negara,” kata Tokayev dalam pidato yang disiarkan di TV pada Jumat (7/1/2021).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Serangkaian kerusuhan meletus di negeri Kazakhstan yang dipicu oleh aksi protes rakyat atas kenaikan harga bahan bakar.

Presiden mengatakan sebagai bagian dari operasi “kontrateroris”, ia memerintahkan lembaga penegak hukum dan militer “untuk menembak mati tanpa peringatan.”

“Orang-orang militan belum menurunkan senjata mereka, mereka terus melakukan kejahatan atau tengah mempersiapkan (kejahatan). Perang melawan mereka harus sampai selesai. Siapa pun yang tidak menyerah akan dilenyapkan,” katanya.

Presiden menolak seruan untuk berdialog dengan massa.

“Kegilaan apa. Pembicaraan macam apa yang dapat dilakukan bersama penjahat dan pembunuh?” tanya presiden.

“Kami harus berhadapan dengan bandit bersenjata yang mempunyai persiapan matang, baik lokal maupun asing. Lebih tepatnya, dengan teroris. Jadi kami harus menghancurkan mereka, ini akan segera berakhir.”

Tokayev berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, juga para pemimpin China, Uzbekistan, dan Turki atas bantuan mereka.

Menurut presiden, pasukan penjaga perdamaian yang dikirim dari Rusia dan sejumlah negara tetangga atas permintaan Kazakhstan sudah tiba dan kehadiran mereka ditujukan hanya untuk sementara guna memastikan keamanan.

Penting sekali untuk memahami mengapa negara selama ini “tertidur oleh persiapan serangan teroris, oleh kelompok-kelompok militan rahasia,” ucap presiden. (ATN)

Tags: Kazakhstan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.