• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Star Energy dan Schlumberger Terapkan Inovasi Mutakhir dalam Pengeboran Panas Bumi

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Star Energy dan Schlumberger Terapkan Inovasi Mutakhir dalam Pengeboran Panas Bumi

Salah satu proyek pengembangan energi panas bumi yang dikembangkan oleh PT Star Energy Geothermal (SEG) di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Star Energy Geothermal (SEG), perusahaan energi panas bumi terbesar di Indonesia dan Schlumberger, penyedia teknologi dunia untuk industri energi menyelesaikan studi bersama dalam mengembangkan solusi terobosan untuk menentukan daerah sweet-spot pengeboran panas bumi.

“Proyek ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Star Energy menerapkan inovasi dan teknologi untuk mengurangi LCOE (Levelized Cost of Electricity) energi panas bumi,” kata Chief Executive Officer PT Star Energy Geothermal, Hendra S Tan dalam keterangan tertulisnya Jumat (14/1/2022).

Dia mengatakan cost pengeboran merupakan salah satu komponen biaya utama dari biaya energi panas bumi.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Penerapan teknologi ini memungkinkan SEG mengebor di tempat tepat dengan akurasi dan hasil lebih baik, yang berujung pada pengurangan biaya pengeboran,” kata dia.

Hendra mengatakan studi penerapan teknologi ini dimulai pada Lapangan Panas Bumi Darajat, Garut, Jawa Barat.

Penggunaannya diharapkan meningkatkan keberhasilan pengeboran sumur dengan memodelkan sistem rekahan alami dan distribusi permeabilitas yang diketahui di bagian area sudah dibor serta memprediksi distribusinya di bagian belum dibor.

“Di banyak lapangan panas bumi, produksi bergantung pada keberhasilan penentuan target pemboran terhadap rekahan yang terjadi secara alami di bawah permukaan,” kata Hendra.

Chief Asset Management Officer PT Star Energy Geothermal, Ken Riedel mengatakan teknologi ini akan diterapkan untuk meningkatkan hasil pemboran di tiga lapangan SEG.

Tahap pertama diterapkan pada Lapangan Darajat pada pemboran 2022 serta pada Lapangan Salak dan Lapangan Wayang Windu pada kampanye selanjutnya.

Sementara Managing Director Schlumberger Indonesia Devan Raj mengatakan pihkanya senang memiliki kesempatan memperluas kerjasama dengan Star Energy Geothermal dalam mengembangkan solusi inovatif dengan memanfaatkan kumpulan ahli dan teknologi dari kedua perusahaan untuk memaksimalkan potensi panas bumi.

Teknologi ini menggabungkan pengetahuan SEG tentang manajemen sumber daya panas bumi pada Naturally Fractured Reservoir dan teknologi Schlumberger dalam mengkarakterisasi rekahan dengan mengunakan aplikasi DELFI Cognitive E&P Environment, melalui proyek yang disebut Fracture Characterization and Optimized Well Placement (FCOWP).

“Ini adalah studi pertama yang diaplikasikan pada lapangan panas bumi skala besar dan diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap optimisasi pengeboran sumur di masa depan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Energi Panas BumiGeothermalGreen EnergyPT Star Energy GeothermalSchlumberger
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.